Mengenal Oase dan Chalista, Kontestan 10 Besar Panji Galuh Kota Kediri yang Bawa Gagasan Fresh

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Angin sepoi-sepoi di Taman Brantas Kota Kediri menjadi saksi perbincangan hangat bersama dua muda-mudi yang tengah memperjuangkan mimpinya. Di tengah sejuknya ruang terbuka hijau di tepi Sungai Brantas tersebut, Rabu (12/8/2026), Oase Yudis Milano Susanto dan Chalista Putri Kusuma Dewi berbagi cerita tentang perjalanan mereka menembus babak 10 besar pemilihan Panji Galuh Kota Kediri 2026.

​Keduanya merupakan bagian dari 20 finalis (10 pasang Panji dan Galuh) yang berhasil menyisihkan puluhan peserta sejak tahapan awal seleksi. Bagi Oase dan Chalista, ajang ini bukan sekadar panggung kompetisi busana atau unjuk bakat, melainkan ruang kontribusi nyata bagi generasi muda untuk membawa pariwisata Kota Kediri ke tingkat yang lebih tinggi.

​Langkah Kecil dan Ide Kreatif untuk Kediri

​Oase Yudis Milano Susanto, siswa asal SMA Negeri 8 Kota Kediri, menegaskan bahwa kecintaan pada daerah tidak harus selalu ditunjukkan lewat tindakan besar. Menurutnya, promosi pariwisata bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.

pasang iklan_rev3

​”Motivasi saya ikut Panji Galuh karena ingin menjadi bagian dari generasi muda Kota Kediri yang peduli dengan sektor pariwisata dan sejarah kebudayaan. Promosi itu tidak harus dimulai dari langkah besar, tapi bisa lewat hobi kita sendiri,” ungkap Oase.

​Jika dipercaya meraih gelar juara, Oase telah menyiapkan program kerja bertajuk Potret Semesta. Lewat program ini, ia berencana memanfaatkan keahlian fotografi dan videografi untuk mempromosikan destinasi wisata serta cagar budaya Kediri secara visual dan modern.

​Pandangan tak kalah inspiratif datang dari Chalista Putri Kusuma Dewi, siswi MAN 1 Kota Kediri yang mewakili kategori Galuh nomor urut 10. Menggemari dunia seni sejak kecil, Chalista melihat adanya potensi besar jika estetika seni dipadukan dengan pengembangan pariwisata daerah.

​”Sejak kecil saya suka melukis. Motivasi saya lahir dari kolaborasi itu, bagaimana menghubungkan estetika seni dengan pariwisata di Kota Kediri,” kata Chalista.

​Chalista mengusung program kerja bertajuk Artpreneurship, sebuah gagasan yang berfokus pada pendampingan UMKM lokal. Melalui program ini, ia ingin membantu para pelaku usaha dalam merancang ulang (redesign) kemasan produk agar lebih estetis, modern, dan tetap mengusung ornamen khas Kota Kediri.

​Menuju Night Grand Final di GOR Jayabaya

​Perjalanan menuju posisi 10 besar tidaklah mudah. Chalista menjelaskan, seleksi Panji Galuh Kota Kediri 2026 diawali oleh 79 peserta pada tahap tes tulis dan wawancara. Jumlah tersebut kemudian disaring menjadi 40 semifinalis yang berlaga di tes minat dan bakat, hingga akhirnya menyisakan 10 pasang finalis terbaik.

​Kini, menjelang puncaknya, baik Oase maupun Chalista mengaku siap dan optimis menyambut malam penobatan.

​”Persiapan terus dimaksimalkan dan kami sangat optimis menatap malam final nanti,” tutur keduanya senada.

​Malam Grand Final Panji Galuh Kota Kediri 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 mendatang di GOR Jayabaya Kota Kediri. Acara tersebut akan menjadi penentu siapa yang akan menyandang gelar Duta Pariwisata Kota Kediri berikutnya. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.