Masjid Nurul Islam Rajegwesi Banyuwangi Dirobohkan

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48330237662_1bf9622017_b.jpg
Lantaran sudah tidak layak, dan agar tidak membahayakan warga, bangunan masjid yang reyot akibat gempa itu akhirnya dirobohkan, Rabu (17/7/2019) sore. (Foto: arahjatim.com/hmsbwi/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Pascagempa berkekuatan magnitudo 6,0 dan akhirnya disempurnakan menjadi 5,8 yang berpusat di Nusa Dua, Bali pada pukul 07.18 WIB, Selasa (16/7/2019) lalu mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan di wilayah Banyuwangi. Berdasarkan rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi tercatat ada 22 bangunan yang mengalami kerusakan akibat diguncang gempa.

Salah satu bangunan fasilitas umum yang mengalami kerusakan cukup parah adalah Masjid Nurul Islam di Dusun Rajekwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Lantaran sudah tidak layak, dan agar tidak membahayakan warga, bangunan masjid yang reyot akibat gempa itu akhirnya dirobohkan, Rabu (17/7/2019) sore.

Baca juga :

pasang iklan_rev3

Puluhan warga yang menyaksikan tampak sedih melihat masjid yang sehari-hari mereka gunakan untuk beribadah dirobohkan dengan alat berat hingga rata dengan tanah. Selanjutnya secara gotong-royong, warga dibantu personel TNI/Polri, BPBD dan relawan mengangkat puing-puing reruntuhan ke tempat yang lebih aman.

Masjid Nurul Islam di Dusun Rajekwesi adalah salah satu dari puluhan bangunan yang rusak parah akibat gempa. Masjid yang sehari-hari digunakan beribadah bagi warga sekitar terpaksa dirobohkan lantaran kondisinya sudah tidak layak dan sangat membahayakan jika dipaksakan digunakan beribadah. Untuk sementara waktu, warga harus rela beribadah di rumah masing-masing sembari menunggu tangan-tangan dermawan yang mau menyisihkan rezekinya untuk membantu pembangunan kembali masjid tersebut.

”Harus dirobohkan karena kerusakan sangat parah, akibat gempa membuat bangunan hampir runtuh. Daripada membahayakan warga yang beribadah lebih baik dirobohkan saja. Harapan kami pihak pemerintah daerah atau pemerintah pusat bisa melihat kondisi masjid kami dan segera membangunkan kembali masjid yang baru bagi warga Dusun Rajekwesi,” kata Hamim, takmir Masjid Nurul Islam.

Sementara itu, bantuan paket sembako dari pihak BPBD Banyuwangi dan instansi terkait mulai didistribusikan kepada warga yang terdampak parah akibat gempa. Bantuan sembako diberikan untuk meringankan beban dari korban gempa yang kini rumahnya mengalami kerusakan.

”Bantuan sembako sudah kami distribusikan. Data terakhir ada 22 bangunan mengalami rusak berat. Satu warga di Kecamatan Srono terluka, dan ada satu korban meninggal dunia bernama Asmono (77 tahun) warga Dusun Sidorukun RT. 01/RW.02 akibat panik ketika merasakan adanya gempa korban melompat ke kolam belakang rumah, karena tidak bisa berenang kemudian korban tenggelam dan tidak tertolong,” kata Kepala BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana. (adv.hmsbwi/ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.