Mas Dhito Sowan Ke Ponpes Lirboyo

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Kurang Sembilan hari pencoblosan langkah strategis, di ambil Calon Tunggal Bupati Kediri Tahun 2029 Hanindhito Himawan Pramono atau yang akrab di panggil Mas Dhito, sowan Ke Pondok Lirboyo Minggu malam ( 30/11).

Mas Dhito ditemui langsung KH Anwar Manshur, KH Kafabihi Mahrus, Gus An’im, Gus Muid, Gus Reza, Gus Irul, dan Gus Nabil.

Sementara Mas Dhito sendiri merasa bahagia atas sambutan hangat yang diterimanya, Karena apapun itu Lirboyo menjadi salah satu pondok tertua dan terbesar tidak hanya di Kediri, tapi juga di Indonesia.

“Selain silaturohmi saya juga meminta doa dan restu, para masyayikh dan Gawagis yang ada di lirboyo, karena pengaruhnya pondok Lirboyo sampai ke Kabupaten,” ucap Mas Dhito.

” Alhamdulliah disambut hangat oleh para kiai dan pengurus pondok, wejangan kiai jadi motivasi untuk memajukan Kabupaten Kediri,” sambungnya.

Mas Dhito juga menjelaskan ada beberapa pandangan terkait ke depan untuk Kab Kediri. Adanya dampak bandara internasional. Multiplier effect akan dirasakan masyarakat Kabupaten Kediri. Salah satu dampak negatif yang muncul adalah budaya barat yang akan masuk ke Kediri.

“Yang bisa membentengi Kabupaten Kediri dari dampak negatif adanya bandara adalah para beliau, tokoh agama, para kiai dan gawagis,” ujarnya.

Lebih lanjut Putra sulung Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung yang berusia 28 tahun ini, juga menjelaskan tentang tiga program andalannya untuk pondok pesantren. Program tersebut adalah bisyaroh untuk guru madin dan TPQ. Kemudian, Pesantrenpreneurship yang mencetak santri menjadi wirausaha andal setelah lulus dari pondok. Lalu, bantuan operasional pondok pesantren.

Khusus untuk bisyaroh guru madin dan TPQ, Mas Dhito memberikan kemudahan. “Guru madin dan TPQ yang muridnya 10 orang saja sudah bisa mendapat bisyaroh. Jadi, tidak harus 40 orang,” katanya.

Gus An’im, salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo mengungkapkan, sangat berkesan dengan Mas Dhito.

“Alhamdulillah, kesan pertama yang kami dapatkan itu, Mas Dhito adalah anak muda yang ramah, mudah bergaul, dan tidak birokratis. Semoga itu tetap dipertahankan setelah terpilih nanti,” ujarnya.

Gus An’im menjelaskan, Mas Dhito dan Mbak Dewi adalah anak muda yang ditunggu masyarakat Kediri. Karena Kediri akan memiliki bandara dan jalan tol.

“Mas Dhito yang muda dan kreatif harus bisa memajukan Kediri,” katanya.

Terkait program-program Mas Dhito untuk ponpes, Gus An’im mengatakan, sangat mendukung.

“Kami ingin Mas Dhito nanti merangkul semua pondok pesantren di Kediri,” imbuhnya.(das)