Tulungagung, ArahJatim.com – Sebagai rasa tanggung jawap dan Apresiasi Kemajuan peradaban, kembali Yayasan Al Mimbar membuat gebrakan edukasi untuk Indonesia. Bentuk terobosan itu adalah metode pembelajaran yang memadukan unsur pengetahuan, agama dan kebudayaan Nusantara. Hal ini sangatlah penting dilakukan karena generasi ini butuh pedoman dalam menjalani dunianya kedepan. Beberapa pertimbangan lain, semakin gencarnya promosi global yang diakui atau tidak, bila tidak dikelola, maka akan lahir generasi tanpa kapasitas. dengan pola pembelajaran Madin Merdeka Nusantara ini, pelajar baik SD, SMP, maupun SMU, harus di bekali sinergitas pengetahuan.
Ketua yayasan Kasepuhan Majan Kedungwaru Tulungagung, atau lebih dikenal dengan Yayasan Al Mimbar, R.Ali Sodiq, menyampaikan, Madin Merdeka Nusantara adalah Program pendidikan yang menggabungkan Kurikulum Keagamaan, Kebangsaan, serta Kebudayaan yang akan berkontribusi besar dalam pembentukan karakter santri-santri di Indonesia.
” Ini adalah sumbang sih kami, sebagai bagian dari para santri Al-mimbar, untuk bisa berpartisipasi terhadap negara Republik Indonesia.Kami berkeinginan, generasi kita, selain siap dalam ilmu umum, mereka juga harus berakhlaq, serta mampu menghargai keanekaragaman dalam bhineka tunggal ika”, ungkap Gus Shodiq.
Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023 merupakan momen sejarah bagi Madin Merdeka Nusantara Tulungagung. Madrasah Diniyah yang terletak di pusat Kasepuhan Bumi Perdikan Majan Tulungagung secara resmi dibuka oleh Kementerian Agama RI, Kamis,26/10/2023.
Sementara dari kemenag RI, KH. Nurul Badruttamam menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya terhadap program Madin Merdeka Nusantara dalam membangun serta memajukan pendidikan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Keagamaan, Kebangsaan, dan Kebudayaan.
” Ini adalah gagasan cerdas para santri, yang harus diapresiasi. Saya, terharu, Dari Sabang sampai Merauke, baru kali ini menemukan Madin Merdeka Nusantara. Tentunya ini akan menjadi Icon bagi Kabupaten Tulungagung dalam pengembangan pendidikan,” ujarnya.
Sementara Gus Shodiq, juga menambahkan, bangga , kementerian sudah mengapresiasi ide dari Tulungagung. Ditegaskan nantinya Madin Merdeka Nusantara ini akan kolaborasi dengan dunia pendidikan di Tulungagung, baik Diknas maupun sekolah keagamaan lainya dengan cara belajar melalui IT. Jadi para siswa nantinya Sadi tingkat SD sampai dengan SMU, bisa menyerap materi kami, kapan saja , dimana saj ada, termasuk materinyabbisa dilihat di perangkat HP masing masing pelajar.
” Kami akui, ini adalah pilot projek kami, semoga kedepannya ini mendapatkan respon positif, dan kalau begitu program iji akan kami kembangkan ketingkat propinsi, bahkan sampai nasional, untuk Madrasah sinergitas ini” tambah Gus Ali Sodiq kepada media ArahJatim.com.
Sementara, acara pembukaan Madin Merdeka Nusantara ditandai dengan Gebyar Sholawat Nariyyah, yang menampilkan berbagai grup sholawat terkemuka Al Mustaghitsu Al Mughits, yang mampu menyedot ribuan massa, di kompleks Masjid Al Mimbar Majan Kedungwaru Tulungagung.












