Lewati Jalur Perbatasan Banyuwangi – Situbondo, Pemudik di Rapid Tes

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Pemeriksaan ketat di jalur perbatasan Banyuwangi – Situbondo yang ada di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kian diperketat. Seluruh kendaraan yang masuk wilayah Banyuwangi wajib melalui bilik raksasa untuk disemprot disinfektan, Rabu (22/4/2020) petang..

Penumpang juga wajib turun dari kendaraannya untuk dicek suhu tubuhnya oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi di posko mudik perbatasan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini pencegahan virus Covid-19 agar lebih cepat terdeteksi.

Dalam pemeriksaan, Tim Gugus Tugas juga mengoptimalkan kegiatan rapid tes yang dikhususkan kepada pemudik dari zona merah yang akan pulang kampung ke berbagai kecamatan di Banyuwangi. Pengambilan sample darah pemudik dilakukan untuk memastikan warga dari luar kota yang akan pulang kampung benar-benar dalam kondisi sehat dan tidak terpapar virus corona.

Pengetatan pemeriksaan di jalur perbatasan ini kian dioptimalkan lantaran jelang Ramadan volume kendaraan, baik mobil pribadi maupun kendaraan roda terpantau mengalami peningkatan. Diprediksi, pemudik dari luar kota yang masuk ke wilayah Banyuwangi ini memilih pulang kampung untuk melakukan ziarah kubur dalam tradisi jelang Ramadan.

“Kita lakukan rapid tes langsung kepada warga yang kami curigai, ada lima yang kami cek sample darahnya. Dua dinyatakan negatif, tiga masih berproses. Selain dicek kesehatan, pemudik yang tidak menggunakan masker langsung kita beri masker sebagai langkah pencegahan virus Covid-19,” ungkap Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Wakil Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi.

Tidak hanya di perbatasan Banyuwangi – Situbondo, pengetatan pemeriksaan pemudik juga dilakukan di jalur pintu masuk menuju Banyuwangi, seperti di pintu keluar ASDP Ketapang, Kecamatan Kalibaru dan Kecamatan Licin. Setiap pemudik dari zona merah bersuhu tubuh tinggi yang masuk wilayah perbatasan langsung dirapid tes guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Imbauan untuk tidak mudik harus dilaksanakan. Jika dalam pemeriksaan di lapangan ditemukan warga yang suhu tubuhnya tinggi atau sakit apalagi dari luar kota, warga tersebut langsung dikarantina di Puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan,” pungkas Kombes Arman. (ful)