Jelang Ramadhan Saat Covid-19 Menyerang

oleh -

Arahjatim.com – Di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, masyarakat dunia mulai merindukan kehidupan normal seperti sedia kala, keresahan dialami oleh hampir seantero negara di semua benua.

Dengan semakin bertambahnya pasien positif corona membuat mereka menyiapkan beberapa alternatif guna menghentikan penyebaran pandemi asal kota Wuhan tersebut.

Umat Islam menjadi salah satu yang harus menelan pil pahit saat Ramadhan jatuh tepat ketika penyebaran virus corona sedang gencar-gencarnya. Kemeriahan Ramadhan harus dilalui bersama dengan covid-19.

Dalam menanggapi keresahan tersebut, Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi (koalizi), Departemen Kesehatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyelenggarakan sebuah diskusi online “PUASA: SEHAT DAN MENYEHATKAN”.

Narasumber diskusi ini adalah akademisi dan praktisi gizi klinik, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK dan Pimpinan Pesantren Syawarifiyyah Rorotan Jakarta Utara, Ustad Abul Hayyi Nur, S.Pd.I, S.Sos.

Dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK selaku akademisi dan praktisi gizi yang juga menjabat sebagai ketua Yayasan Masyarakat Sadar Gizi menjelaskan bahwa Puasa memberikan efek medis yang baik bagi kesehatan.

“Karena memberikan kesempatan kepada tubuh untuk menjalani metabolisme switch, mengubah penggunaan sumber energi dan memakai simpanan energi yg selama ini disimpan dalam bentuk lemak. Penggunaan sumber energi yg berbeda ini menjadi salah satu bentuk detoksifikasi yg memberi dampak metabolisme yg berbeda bagi tubuh,” paparnya.

Ia juga menambahkan agar masyarakat dapat mencegah makanan yang mengandung gula tinggi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan orang tersebut.

“Di tengah pandemi seperti ini, ada baiknya tidak mengonsumsi makanan yang men-trigger atau memicu terjadinya inflamasi. Itu sebabnya, disarankan menjauhi makanan bergula tinggi, lemak jenuh dan trans yang tinggi seperti teh manis dan minuman manis lainnya serta aneka gorengan yang seringkali menjadi tipikal menu berbuka di Indonesia. Lebih baik mengkonsumsi kurma dan buah-buahan yg banyak mengandung air untuk mensuplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan pondok pesantren Syarafiwiyyah Rorotan Jakarta Utara, Ustad Abdul Hayyi mengutarakan pendapatnya terkait pelaksanaan ibadah puasa saat pandemi covid terjadi.

Merujuk kepada Lembaga Fatwa mesir Darul Ifta menekankan tiga hal terkait puasa Ramdahan saat pandemic covid 19.

1. Apabila seorang muslim sehat tidak terinfeksi virus dan memiliki kondisi yang lengkap dan sempurna untuk berpuasa, makai ia tetap wajib puasa.

2. Bagi yang terinveksi, maka tergantung saran dokter.

3. Para dokter dan perawat yang terpapar covid 19 boleh tidak berpuasa sebab justru akan berbahaya bagi mereka.