Lepas Dari Bully Teman Sekolah, Pelajar SMP Malah Terjaring Razia Satpol PP

oleh -
oleh

Blitar, ArahJatim.com – Lagi-lagi para pelajar di Kota Blitar terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Blitar. Petugas Satpol PP Kota Blitar mengamankan tujuh pelajar SMA dan tiga pelajar SMP, yang ketahuan membolos saat jam pelajaran.

Para pelajar yang terjaring razia saat diberi pembinaan oleh petugas Satpol PP Kota Blitar. (Foto: mua/arahjatim.com)

arahjatim new community
arahjatim new community

Di antaranya ada yang sedang bermain game, bermain di tempat wisata, hingga sedang berada disebuah kafe. Selain pelajar, Satpol PP juga membawa dua anak di bawah umur warga Kabupaten Malang yang sedang mengamen di Terminal Patria Kota Blitar.

Dari sepuluh pelajar yang terjaring razia salah satu diantaranya mengaku nekat membolos lantaran sering dibully teman sekolahnya di salah satu SMP swasta di Kota Blitar.

“Saya bolos karena kalau masuk sekolah sering diolok-olok, dan juga dipukuli oleh teman-teman saya di sekolah,” ungkap siswa kelas III SMP Muhammadiyah berinisial BD tersebut.

Salah satu pelajar yang terjaring razia. (Foto: mua/arahjatim.com)

Mendengar pengakuan pelajar tersebut, Satpol PP Kota Blitar langsung memanggil pihak sekolah. Salah seorang guru tempat BD bersekolah mengatakan, pihak sekolah akan langsung menindaklanjuti keluhan ini. Pihak sekolah akan memanggil siswa yang sering melakukan perundungan untuk diklarifikasi dan diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Nanti akan kita panggil yang bersangkutan kita klarifikasi dan akan kita beri pembinaan,” jelas Yusuf Dwi Manshuri, guru SMP Muhammadiyah.

Sementara itu Kasi Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Blitar Pedro Amaral mengatakan, penertiban ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat Kota Blitar. Serta membina para pelajar agar menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.

“Tindakan ini terus menerus kita lakukan agar adik-adik sekolah ini bisa kembali ke sekolah dan belajar sesuai kewajibannya,” ungkap Pedro Amaral, Kasi Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Blitar.

Selain BD, beberapa pelajar lain yang ikut terjaring razia juga ketahuan membawa ponsel yang berisi konten porno. Satpol PP mengambil tindakan dengan memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan. “Kami panggil pihak sekolah dan juga orang tua untuk sama-sama melakukan pembinaan,” pungkas Pedro. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.