Tulungagung, Arahjatim.com – Potensi ekonomi lokal yang tahun ini diprediksi mengalami kendala, ternyata tidak demikian dengan usaha kerajinan pembuatan aquarium dan hobi ikan hias. Hal itu di benarkan salah seorang pengusaha kerajinan aquarium Tulungagung . Slamet ” Menyok ” Maryoto, salah seorang perajin dan tokoh kawak Peraquariuman Tulungagung membenarkan hal itu.
Laki laki berusia 57 tahun ini sudah menekuni dunianya sejak 20 tahun silam, ternyata pasar itu mampu mempertahankan usahanya sampai sekarang. Bermula modal hoby, usaha aquarium yang ditekuninya , masih eksis sampai sekarang.
Menempati lahan di dekat jalan propinsi, tepatnya di desa Bolorejo, kecamatan Kauman Tulungagung, kini usaha itu masih memproduksi segala model aquarium. Dari keteranganya , ketika tim liputan Arahjatim.com di kiosnya Rabu 11/3/2026, dirinya mengaku, usaha itu dianggapnya susah susah gampang.
Secara pasar, masih tergolong aman. Tetapi hal itu tidak serta Merta begitu saja. Pengrajin harus cerdas membaca trend, sesuai perkembangan. Kalau dulu, tiga tahun lalu misalnya, model itu cukup apa yang dibuat pengrajin. Beda sekarang, para konsumen, mulai senang request dengan model model yang ada di media sosial.
” Sekarang ini, kita tidak boleh terlena dalam mengikuti trend, kita harus update. Selain itu variasinya juga bermacam macam. Kita harus pandai memenuhi selera pasar “, ungkapnya
Ditambahkan dengan model seperti itu, ada nilai positif – negatifnya. Secara negatif, kita butuh tambahan peralatan moderen, yang tidak murah dan tenaga kerja yang bertambah. Sedangkan secara positif, kini konsumen sudah tidak banyak berpikiran soal harga. Asal bisa sesuai selera, harga bisa ditentukan pengusaha.
Untuk pasar sendiri usaha yang diberi nama Sentral Aquarium itu kini sudah merambah ke wilayah luar Tulungagung. Walau begitu pasar lokal masih mendominasi. Adapun kisaran harga , bisa bervariasi, mulai dari ratusan ribu, sampai jutaan, tergantung permintaan bahan baku, tatanan dan dekorasi yang diinginkan.
Diakui tahun tahun terakhir ini , pasarnya mulai dinamis, dan penggemar ikan hias juga sudah mulai tertata.
Disinggung apakah usaha seperti yang ditekuninya ini peran pemerintah daerah ada support, ” Menyok “, menjawap dengan tertawa, tanda minim.
Persaingan dunia digital internet terkait produktifitas dan penjualan, laki laki yang kini tetap konsisten berdasar di jalur ini, mengaku tidak banyak pengaruhnya.
” Walau ada penjualan online, kalau masalah ikan dan aquarium, walau pembeli itu ada diluar kota, rata rata mereka itu selalu datang ke kiosnya, untuk belajar serta memilih model yang diharapkan. Dari proses itu, rata rata dilanjutkan dengan pengiriman, yang bisa terpantau pada alur penjualan online. ( don1 )










