Tulungagung, Arahjatim.com – Setelah menjalankan kiprahnya sebagai bagian dari unsur komponen bangsa, organisasi massa ( Ormas) Laskar Merah-putih, kini sudah berusia 24 Tahun. Hal ini ditegaskan pengurus pusat, melaui pimpinan markas cabang Tulungagung, Hendri Dwiyanto.
Dalam memperingati ulang tahunya, peringatan itu dilakukan secara sederhana, namun dengan kekompakan dan kekhidmatan yang terjaga. Acara di lakukan, selain dengan upacara sederhana di macab, acara dilanjutkan dengan tumpengan, serta mengundang seluruh anggota dan masyarakat sekitar lokasi macab, di desa Jeli, kecamatan Karangrejo Tulungagung.
Hadir dalam kesempatan itu, seluruh unsur pimpinan organisasi, anggota dan simpatisan, lengkap dengan atribut kebesaran mereka pakaian doreng.
Dalam sambutanya , Ketua Umum H. Erfil Manurung, yang dibacakan ketua cabang, dihadapan seluruh undangan, pihak organisasi mengingatkan kembali, bagaimana cikal bakal, lembaga ini, dan harus berbuat apa. Secara tegas, adanya organisasi LMP ini, hendaknya bisa mengabdikan diri , demi tegaknya NKRI dan selalu berada di dekat masyarakat.
” Saudara saudara, kita ingatkan kembali, bagaimana sejarah berdirinya organisasi ini. Dengan semangat cinta tanah air, pengabdian ini bisa diwujudkan, dan bahkan seluruh pengurus, anggota dan simpatisan wajib hukumnya menyatakan NKRI Harga mati.
Ditambahkan, selama 24 tahun sejak berdirinya organisasi ini, ternyata masih bisa eksis, dan bahkan sudah banyak hal yang bisa diperbuat, demi masyarakat. Hal ini harus terus memotivasi, setiap pengurus, kader dan simpatisan, untuk terus berbuat, mengabdi kepada masyarakat.
Langkah strategis yang kini sudah dijalankan, disamping dekat dengan masyarakat, organisasi juga terus, menjalin kemitraan dengan pemerintah. Proses ini juga berlaku menjalankan koreksi, kritik kepada pemerintah, bila ada hal hal yang merugikan kepentingan masyarakat.
” Kami juga telah membangun Mita dengan unsur APH , dengan harapan ada pemahaman, ini semua demi masyarakat “, tambah Bung Hendri Dwiyanto.
Seperti diketahui, di tingkat wilayah, termasuk dikabupaten Tulungagung, peran organisasi ini juga mendapatkan apresiasi masyarakat, Hendi juga tidak menampik, dalam langkah pendampingan, kadang belum sepenuhnya bisa berhasil.Walau begitu, dengan semangat pengabdian, kader tidak boleh lelah, untuk terus berjuang. Seperti halnya di Tulungagung, prestasi pendampingan juga ada yang berhasil, tapi ada juga yang perlu untuk terus diperjuangkan, salah satunya, masalah aduan masyarakat terkait semarwutnya kabel kabel telekomunikasi internet, yang menggangu kepentingan masyarakat, dan ini belum ditindaklanjuti pihak pemerintah daerah secara paripurna. (don1).











