Trenggalek, ArahJatim.com – Masalah bersih bersih personal yang di tegaskan pimpinan POLRI, Jendral Listyo Sigit, secara alamiah akan terus berjalan. Seperti yang kini terjadi di lingkup polres Trenggalek.
” Beberapa oknum yang sejak lama menjadi pelaku pungutan liar, atau dugaan pemerasan terhadap para pelaku pemilik usaha, informasinya sudah diberi sangsi, dalam hal ini proses mutasi. Hal ini belum cukup, karena efek dari tindakan yang dilakukan oknum itu imbasnya jadi luas, baik eksternal, maupun internal organisasi”. Itulah kalimat yang disampaikan Moh.Ababililmujaddidyn M.H, CLA, selaku kuasa hukum dari kantor advocad Billy Nobile Associate, kepada ArahJatim.com. Senen , 27/9/2022, ketika dimintai komentarnya setelah ditunjuk sebagai PH dari pemberi kuasa para korban dugaan pemerasan oknum polisi Trenggalek, mulai 2019 sampai periode pandemi.
Dari data yang disampikan, sementara ini ada empat pelaku usaha, dan satu organisasi pendamping di Trenggalek, yang mempercayakan kepada lembaganya.
Pihaknya mengaku prihatin dengan hal yang terjadi di Trenggalek ini. APH yang seharusnya memberi contoh, atau paling tidak mengedukasi, bila ada kesalahan, bukan malah melakukan pungutan secara liar, seperti para oknum polisi kepada pemilik usaha tambang, penjualan miras, pelaku usaha WIFI, TVCabel dan lainya yang itu merupakan bagian dari perkembangan ekonomi si suatu daerah.
Sementara, ketua Lembaga Garuda Muda Indonesia Trenggalek , Imam Baharudin, ketika dimintai komentarnya tentang mutasi yang sudah dilakukan di lingkup polres, dengan nama beberapa pejabat, pihaknya mengapresiasi itu. Tetapi kalau Hanya soal mutasi, pihaknya merasa belum mendapat keadilan, atas ulah oknum polisi, yang dalam seminggu terakhir diperiksa tim propam Polda Jatim tersebut.
” Mutasi itu adalah konsekuensi awal, dari sebuah penilaian kinerja, itu kami apresiasi, tetapi tindakan oknum tersebut, benar benar harus menjadi perhatian khusus pimpinan polri. Kejadian itu ternyata sudah dijalankan oknum sudah lama, dan sampai sekarang, sebelum dimutasi, masih aktif dengan pola seperti itu”, ungkap mas Ceklik, sebutan ketua organisasi pemerhati masyarakat Trenggalek, Senen 27/9/2022 kepada ArahJatim.com.
Seperti diketahui, selama seminggu terakhir ini, Polda Jatim, juga turun langsung ke Trenggalek, guna melakukan pembuktian, kebenaran adanya tindakan oknum polisi, yang melakukan dugaan pemerasan kepada puluhan, bahkan ratusan orang, yang memiliki usaha, dan posisinya malah dijadikan ” ATM ” oleh oknum dengan dalih pengamanan.
Biily, PH yang ditunjuk dan dikuasakan terkait hal ini, berjanji akan sungguh sungguh mengawal kasus ini hingga terwujudnya keadilan.
” Kami akan terus kawal, ini bahaya kalau dibiarkan model seperti ini terjadi di daerah. Sektor usaha bisa jadi jalan ditempat, kalau mereka tetap menjadi target. Seharusnya kalau ada indikasi kesalahan, sebagai petugas, harus memberi edukasi, bukan malah menjadikan mereka korban pungutan, yang memberatkan. Pak Presiden, Kapolri, bahkan Kapolda sampai Kapolres, hal seperti ini harus di tiadakan, karena akan membuat citra institusi menjadi jelek. Padahal kita tahu, masih banyak POLISI yang baik di negeri ini”, pungkas Billy. (dni)











