Kediri, ArahJatim.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang kembali meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Kota Kediri pada Jumat (3/4) sore. Bencana yang terjadi sekitar pukul 15.20 WIB ini tidak hanya menumbangkan belasan pohon, tetapi juga menyisakan kisah pilu bagi warga yang rumahnya hancur diterjang badai.
Detik-Detik Mencekam di Banjarmlati: Atap Melayang Diterjang Angin
Salah satu dampak terparah dialami oleh Suruno, warga RT 01 RW 05 Kelurahan Banjarmlati. Saat ditemui pada Sabtu (4/4), ia masih tampak syok mengingat betapa cepatnya angin menyapu atap rumahnya.
”Kemarin itu petirnya sangat besar. Saya baru saja selesai kerja sekitar jam tiga sore, lalu terdengar bunyi keras. Begitu saya cek ke atas, ternyata atap spandek saya sudah melayang semua, hilang dibawa angin,” kenang Suruno dengan nada getir.
Embusan angin menyapu dua sisi atap rumahnya, yakni bagian selatan berukuran 3×4 meter dan sisi utara seluas 2×8 meter. Tanpa atap, isi rumahnya pun langsung terendam air hujan. Ini merupakan kali kedua rumahnya diterjang badai dalam sepekan terakhir.
Perjuangan Pak Suruno: Jual Cincin Demi Perbaiki Atap
Di tengah kerugian yang ditaksir mencapai Rp15 juta, Suruno harus memutar otak agar keluarganya tidak terus kehujanan. Karena bantuan material belum sepenuhnya tiba, ia terpaksa menjual harta simpanannya.
”Tadi saya baru belanja material habis Rp2 juta. Itu dapatnya dari hasil jual cincin, ya punya cincin kecil saya jual untuk modal perbaikan darurat agar air tidak masuk lagi,” tuturnya. Ia sangat berharap Pemerintah Kota Kediri segera menyalurkan bantuan berupa terpal atau material bangunan untuk menutup kerusakan permanen.
Data BPBD: 31 Rumah Warga Mengalami Kerusakan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil asesmen terbaru di lapangan, tercatat sebanyak 31 rumah warga rusak akibat diterjang angin kencang maupun tertimpa material pohon.
”Data sementara yang kami himpun, ada 31 rumah yang terdampak. Kerusakan bervariasi, mulai dari bagian atap yang terbawa angin hingga kerusakan dinding akibat tertimpa dahan pohon yang patah,” jelas Joko saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (4/4).
13 Titik Kejadian dan Kelumpuhan Akses Jalan
Selain kerusakan rumah, Joko menyebutkan terdapat sedikitnya 13 titik kejadian bencana yang tersebar di wilayah Kota Kediri. Pohon tumbang dan dahan patah dilaporkan menutup akses jalan di beberapa ruas protokol utama, yang sempat mengakibatkan kemacetan total.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus penanganan meliputi:
- Jl. Raung & Jl. Sersan Suharmaji
- Jl. Perintis Kemerdekaan & Jl. Urip Sumoharjo
- Jl. Ronggo Jali 2, Jl. Guyangan, dan Jl. Menur
- Gg. Setono Kelurahan Banjarmlati serta Lapangan Sepakbola Manisrenggo.
”Pohon tumbang sempat menutup akses jalan baik sebagian maupun total. Selain itu, kejadian ini juga mengganggu jaringan listrik dan kabel optik di beberapa lokasi,” tambahnya.
Kendala Lapangan dan Imbauan Kewaspadaan
Meski sebagian besar akses jalan sudah kembali normal pada Sabtu pagi, petugas masih menghadapi kendala di beberapa titik dengan risiko tinggi, terutama pohon yang masih menyangkut di kabel listrik bertegangan tinggi serta minimnya penerangan.

Wakil Wali Kota Kediri bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah juga telah turun langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan warga, seperti keluarga Pak Suruno, segera terpenuhi.
Joko Arianto mengimbau warga agar tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih mengintai. “Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan angin. Segera laporkan jika melihat kabel listrik yang menjuntai untuk menghindari korban jiwa,” tutupnya. (das)










