Pamekasan, Arahjatim.com – Dengan Adanya pelaksanaan kegiatan pawai yang digelar oleh SMKN 3 Pamekasan yang sempat menuai polemik dikalangan masyarakat Pamekasan, akhirnya Kepala SMKN 3 Pamekasan, Miftahol menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Pamekasan.
Selanjutnya, hal ini sebagai pelajaran ke depan harus lebih selective lagi biar tidak ada ke salah pahaman
Pihaknya sudah siap memperbaiki kekeliruan dan nantinya akan di perbaiki dengan pakaiyan adat istiadat.
“Insya Allah kedepannya kami akan lebih proaktif lagi meminta petunjuk serta syaran para Kyai ulama dan tokoh masyarakat serta stakeholder, agar kejadian yang seperti ini tidak terulang kembali. Hal ini sebagai pembelajaran agar lebih selektif dalam menerapkan kurikulum yang ada dengan budaya kabupaten Pamekasan.”ucapnya. Rabu(15/032023).
“Kami keluarga besar SMKN 3 Pamekasan meminta maaf atas kejadian ini yang diluar dugaan kami dan tentang munculnya atribut dari agama lain itu, kami tidak bermaksud lain. Karena murid kami yang memakai busana hitam dan berkalung salib itu adalah murid kami dari agama Kristen, perlu diketahui juga bahwa murid disekolah kami juga ada dari agama lain”, tegasnya.
“Sekolah sudah mempersiapkan penilaian untuk kurikulum berikutnya dengan pakaian adat istiadat, untuk memperbaiki kekeliruan dalam penerapan kurikulum yang ada karena tidak sesuai dengan adat dan budaya diKabupaten Pamekasan ini”,jelasnya.
“Tadi pagi saya beserta guru kurikulum busana dan kecantikan beserta beserta Kadiscab Provinsi telah menghadiri panggilan komisi 4 DPRD Pamekasan untuk memberikan penjelasan atas kejadian ini. Sebetulnya kejadian ini bukanlah unsur kesengajaan akan tetapi murni adalah bakat serta kemampuan anak didik kami dalam mending baju khusu para model, namun pihak sekolah akan lebih konsen dalam memberikan bimbingan supaya desain baju modelnya lebih menyesuaikan dengan kultur budaya yang ada diPamekasan”, pungkas kepala sekolah SMKN 3 Pamekasan Bapak Miftahol.
Sementara Komisi 4 DPRD Pamekasan menyampaikan, terkait kegiatan pawai yang dilaksanakan oleh SMKN 3 Pamekasan, terlalu menuai kecaman, banyak masukan dari para tokoh, masyarakat, dan tokoh agama sera organisasi Islam, agar diadakan klarifikasi terkait kemunculan spekulasi negatif yang berkembang ditengah masyarakat Pamekasan.(ndra)










