Lumajang, ArahJatim.com – Waspadai paparan radikalisme, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Muhammad Muslim meminta guru madrasah dan guru agama islam ikut berperan aktif, sebab paham yang dilarang negara itu ditengarai mudah masuk ke lingkungan lembaga pendidikan ditengah pandemi Covid-19.
“Saya minta dengan hormat, agar bapak ibu dewan guru madrasah ikut memerangi paham radikalisme, terutama di masa-masa seperti sekarang ini,” ungkap Muhammad Muslim, saat memberikan arahan pada acara Launching KTA PGMI di Hall Istana Kuliner, Kelurahan Jogotrunan, Lumajang, Selasa (14/09/2021).
Pihaknya juga akan segera meluncurkan program Rumah Moderasi Agama dengan melibatkan peserta didik sebagai tenaga penggerak utamanya, bahkan pihaknya akan melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi islam untuk mempermudah upaya pembinaan pada siswa maupun warga sekolah lain.
“Harapan kami, lembaga pendidikan ini justru menjadi garda terdepan dalam mengembangkan sikap moderat, disiplin dalam bertugas serta menguatkan wawasan kebangsaan sehingga benih-benih paham itu tak lagi tumbuh di negara kita,” tambah pria yang pernah menjalani profesi sebagai jurnalis cetak itu.
Ke depan, Kemenag Lumajang akan meminta setiap kantor urusan agama di tingkat kecamatan untuk melaunching rumah moderasi, dengan melibatkan enam agama yang ada di Indonesia.











