Banyuwangi, ArahJatim.com – Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi over kapasitas yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Salah satunya dengan memperbanyak justice collaborator (JC) yaitu menyeimbangkan jumlah tahanan yang masuk dan keluar dari Lapas untuk memperkecil jumlah warga binaan yang berada di dalam Lapas.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jawa Timur, Susy Susilawati saat melaksanakan Safari Ramadhan di Lapas kelas II B Banyuwangi Kamis (23/5/2019) petang.
Baca Juga :
- Pembinaan Mental Rutin Oleh Pemkab Kediri
- Seorang Pria Terpaksa Menikah Dengan Wanita Idamannya Di Dalam Tahanan
- Fashion Show Ala Lapas Banyuwangi Layaknya Model Profesional
Dihadapan 1.802 warga binaan lapas, Susy Susilawati menyampaikan kondisi over kapasitas yang dialami Lapas terjadi karena ketidak seimbangan jumlah tahanan yang keluar dengan yang masuk. Misalnya yang keluar 10 orang, tapi yang masuk mencapai 100 orang.
“Semakin lama mereka berada di dalam Lapas maka kondisi Lapas akan semakin penuh. Karena yang keluar 10 tapi yang masuk 100,” kata Susy.
Susy menambahkan, warga binaan bisa lebih cepat keluar dari Lapas dengan cara mendapatkan hak-haknya seperti remisi, pembebasan bersyarat, ataupun cuti menjelang bebas.
Pada prinsipnya, semua warga binaan bisa memperoleh hak-haknya sepanjang syarat-syarat terpenuhi. Namun yang menjadi persoalan adalah warga binaan yang memang tidak bisa mendapatkan hak-hak tersebut.
“Yang tidak bisa mendapatkan hak-hak itu adalah warga binaan kasus narkoba dengan hukuman 5 tahun ke atas, kasus korupsi, dan terorisme. Kondisi inilah yang menjadi penyebab terjadinya ketidak seimbangan jumlah tahanan yang masuk dan keluar,” tegas Susy.
Untuk itu, lanjut Susy dibutuhkan JC agar bisa diberikan hak-hak napi. Kepala Lapas diminta untuk melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan untuk mempermudah JC tersebut.
“Tadi kami menghimbau agar Kalapas Banyuwangi untuk melakukan pendekatan dengan Kejaksaan supaya JC bagi kasus narkoba dipermudah dan diperbanyak supaya hak-hak mereka diperoleh,” jelas Susy.
Selain itu, kegiatan safari ramadhan bersama warga binaan Lapas adalah bertujuan untuk memastikan hak-hak warga binaan yang sudah terpenuhi.
“Di Lapas Banyuwangi untuk hak ibadah sudah terpenuhi dan diberi kesempatan seluas-luasnya,” pungkas Susy.(ful)










