Kemenkes & Satgas Covid Banyuwangi Lakukan Karantina di Pesantren

oleh
oleh

“Tak ketinggalan Dinas PU Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PU Pengairan juga akan turun. Selain menambah puluhan toilet portabel di sana, juga akan memperbaiki sanitasi dan aliran air yang akan disupervisi oleh tim gabungan dari Kemenkes,” kata Rio.

Rio juga menjelaskan bahwa per 29 Agustus 2020 terjadi penambahan pasien konfirmasi covid-19 sebanyak 346 kasus. Rinciannya, 340 dari santri pondok pesantren, empat pasien suspect yang hasil uji swabnya positif covid, dan dua orang OTG. Kini, angka konfirmasi covid-19 di Banyuwangi menjadi 687 kasus.

“Santri memang mendominasi kasus baru selama satu minggu terakhir. Namun, penanganan sudah kita lakukan bareng sejak awal. Kami berharap, dengan penanganan yang komprehensif dari banyak pihak ini, penularan virus corona di sana bisa ditekan,” ujar Rio.

pasang iklan_rev3

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk mempercepat penghentian penularan covid-19 di pondok pesantren. Pemkab bersama tim gabungan menyatakan siap berbagi peran dengan pondok untuk penanganannya.

“Dalam pertemuan semalam dengan pengurus pondok sudah diidentifikasi siapa melakukan apa,” jelas Anas.

Anas pun kembali menegaskan komitmennya untuk membantu penanganan di pondok pesantren ini. Anas juga telah berkoordinasi dengan Ketua Satgas penanganan covid nasional dan Gubernur Jawa Timur terkait penanganan covid di ponpes.

“Terima kasih kepada Pak Menkes, Pak Doni Monardo, dan Ibu Khofifah yang terus memantau perkembangan covid-19 di pondok pesantren. Kami yakin bahwa sinergis yang baik antara pemkab, pengurus ponpes, dengan Kemenkes, TNI/Polri, KKP Probolinggo, Dinkes Jatim, dan semua elemen masyarakat yang mendukung akan bisa memutus penularan covid di ponpes dengan cepat,” pungkas Anas. (adv.hmsbwi/ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.