JEMBER, ArahJatim.com – Panggung Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 yang digelar di Universitas Jember (UNEJ) pada 11-12 Juli 2026 menyisakan cerita dramatis. Di balik gemuruh sorak penonton, tim robot tuan rumah berhasil menciptakan kejutan besar. Sempat dipandang sebelah mata, robot Lahbako-San milik Fakultas Teknik (FT) UNEJ justru sukses mengamankan podium ketiga.
KRAI 2026 sendiri menjadi ajang pembuktian bagi 28 tim perguruan tinggi se-Indonesia. Mereka saling sikut demi memperebutkan satu tiket emas: menjadi wakil resmi Indonesia di ajang internasional ABU Robocon yang akan berlangsung di Hong Kong, Agustus mendatang.
Kuda Hitam yang Merangkak Naik
Perjalanan tim FT UNEJ di turnamen ini layak diacungi jempol. Datang dengan status non-unggulan, anak-anak Kampus Tegalboto ini justru tampil lepas dan tanpa beban. Perlahan tapi pasti, mereka melibas satu demi satu lawan berat sejak babak penyisihan.
Kejutan pertama terjadi di babak gugur awal. Lahbako-San langsung mengamuk dengan menang telak tanpa balas atas Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan skor mencolok 130 : 0.
Tren positif ini berlanjut ke babak delapan besar. Bersua dengan tim tangguh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, performa apik robot UNEJ kembali tak terbendung. Mereka menutup laga dengan kemenangan meyakinkan, 130 : 10.
Duel Sengit “Saling Dorong” Melawan Juara Bertahan
Ujian sesungguhnya baru tiba di babak semifinal. Langkah Lahbako-San harus dihadang oleh sang raksasa turnamen, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pertandingan ini menjadi laga paling ikonik sepanjang gelaran KRAI 2026.
Catatan Menarik: Ketegangan memuncak saat robot Lahbako-San milik UNEJ dan robot Richie milik ITS terlibat aksi saling dorong di area arena ketika hendak meletakkan kotak. Ini adalah momen kontak fisik robot pertama dan satu-satunya yang terjadi sepanjang turnamen.
Meski sudah memberikan perlawanan spartan, UNEJ akhirnya harus mengakui keunggulan mekanis robot Richie milik ITS dengan skor akhir 70 : 130. ITS sendiri pada akhirnya keluar sebagai juara pertama KRAI 2026.
Bangkit di Perebutan Juara Ketiga
Gagal melaju ke final tidak membuat mental anak-anak Jember ini ciut. Di babak perebutan tempat ketiga, Lahbako-San kembali bangkit dan menantang robot Brido WCT dari Universitas Airlangga (UNAIR).
Mengandalkan strategi yang matang dan evaluasi cepat, UNEJ sukses mendominasi permainan. Mereka menyudahi perlawanan UNAIR dengan skor telak 100 : 50, sekaligus mengunci gelar juara ketiga di rumah sendiri.
Apresiasi dan Kebanggaan Pihak Rektorat
Keberhasilan luar biasa ini mendapat apresiasi mendalam dari Wakil Rektor III UNEJ, Fendi Setyawan, yang setia mendampingi tim sejak hari pertama kompetisi. Bagi Fendi, apa yang ditunjukkan oleh mahasiswanya sudah melampaui ekspektasi.
“Saya sangat bangga dengan perjuangan anak-anak FT UNEJ! Jujur saja, awalnya tidak ada yang menduga kami bisa melaju sejauh ini,” ungkap Fendi dengan mata berbinar.
Ia menambahkan bahwa target awal tim sebenarnya hanya menembus babak semifinal. Pencapaian menjadi juara ketiga adalah bonus manis dari kerja keras seluruh tim. “Walaupun belum menjadi juara pertama, target masuk semifinal sudah tercapai. Semoga di ajang selanjutnya kita bisa melangkah lebih jauh dan lebih sukses,” pungkasnya optimis. (das)












