Kebakaran Besar Hanguskan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta

oleh -

Jakarta, ArahJatim.com – Kebakaran besar menghanguskan gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 19.10 WIB. Begitu menerima laporan, pihak pemadam kebakaran langsung mengerahkan armada pemadam kebakaran menuju lokasi. Puluhan unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Jumlah kerugian akibat kejadian belum diketahui, karena pihak pemadam masih fokus memadamkan api.

Sebagaimana dilansir Kompas.com, kebakaran terjadi di gedung utama Kejaksaan Agung yang berada persis di balik gerbang utama korps Adhyaksa itu.

Api terlihat berkobar di sisi sebelah kanan gedung. Meski belasan mobil pemadam kebakaran mulai berdatangan, namun api terus membesar.
Bahkan, api hampir melalap habis empat lantai dari enam lantai gedung utama Kejaksaan Agung itu. Api mulai merambat ke arah gedung sebelah kiri.

Belum diketahui pasti asal muasal kebakaran ini. Namun, gedung yang terbakar ini merupakan kantor Jaksa Agung dan para Jaksa Agung Muda .

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, saat ini ada 23 mobil pemadam kebakaran yang turun ke lokasi terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Menurut Satriadi, pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung pada pukul 19.15 WIB.

“Terima informasi pukul 19.15 sekarang ada 23 unit mobil, personel 120 orang (yang dikerahkan),” ucap Satriadi, sebagaimana dikutip dari Kompas.TV, Sabtu (22/8/2020).

Saat ini, lanjut Satriadi, seluruh mobil pemadam kebakaran dan para personel telah tiba di lokasi.

Yang paling penting dilakukan saat ini adalah mengatasi agar api tidak merambat ke seluruh gedung Kejaksaan Agung.

“Kita perlu mengatasi perambatan, kita lokalisir gedungnya. Info utama terbakar itu di lantau 6 dan sekarang merambat ke lantai 3. Kita akan minimalisir perambatannya,” ujar Satriadi. (kps)