Kasus Penganiayaan Kader Ansor oleh Oknum Satpol PP Berujung Damai

oleh -

Lumajang, ArahJatim.com – Kasus penganiayaan oleh sejumlah oknum Satpol PP pada 2 orang Kader Ansor di Lumajang berakhir damai, kedua pihak sepakat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan setelah melakukan koordinasi di kantor Satpol PP Lumajang, Rabu (28/07/2021).

“Hasil pertemuan tadi, kami sama-sama menyadari bahwa terjadi kesalahpahaman hingga berujung pada aksi tak pantas oleh anggota saya, namun sejak hari ini kita sepakat berdamai,” ungkap Kepala Satpol PP Lumajang, Matali Bilogo

Meski kasus dugaan penganiayaan ini diselesaikan secara kekeluargaan, namun sanksi pada oknum yang melakukan kekerasan akan tetap ditindak lanjuti oleh internal Satpol PP Lumajang.

“Yang jelas, ke 8 anggota saya itu salah, maka saya akan tetap memberikan sanksi pada mereka untuk tidak lagi bertugas luar selama satu minggu,” jelas Kasatpol PP Lumajang.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu korban, ia mengaku sengaja memilih penyelesaian kasusnya dengan tidak membawanya ke meja hukum karena dianggap paling efektif dan bermanfaat.

“Kalau bisa diselesaikan dengan kekeluargaan kenapa harus ke hukum mas, toh saya juga salah telah mengatakan kata-kata tak pantas pada petugas,” jawab Amir Musaddad.

Sebelumnya, 2 orang remaja yang merupakan Kader Ansor Lumajang yakni Amir Musaddad (22) dan Robith Malkan Abdul Aziz (23) mengalami tindakan kekerasan berupa pemukulan di dua tempat, gara-gara mengumpat pada petugas yang akan melakukan operasi yustisi ppkm level 4. (Rokhmad)

No More Posts Available.

No more pages to load.