Surabaya, ArahJatim.com – Kampanye bebas Polio kembali digemakan Rotary melalui acara jalan sehat di Grand City Surabaya pada Sabtu (22/10). Acara itu turut dihadiri Dahlan Iskan dalam sesi acara pembukaan.
Dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan, kampanye yang bertajuk End Polio Now itu juga turut serta dihadiri oleh masyarakat penyandang disabilitas yang datang bersama rombongannya.
“Intinya kami mengingatkan masyarakat bahwa Polio itu masih ada yang bisa menyebabkan lumpuh bahkan kematian,” kata Ketua Panitia Rotary End Polio Fun Walk, Thomas Aquinas di sela acara sedang berlangsung.
Dengan kampanye itu, Thomas berharap bisa menghapuskan Polio dari daftar penyakit menular di dunia. Menurutnya jika tak ada kasus baru muncul selama 3 tahun, itu bisa menandakan jika Polio sudah hilang.
“Setiap anak yang lahir harus divaksin Polio. Agar anak-anak dan generasi selanjutnya bebas dari Polio. Karena ini gaada obatnya,” ujarnya.
Melansir dari Biofarma, di Indonesia sendiri juga pernah memiliki beberapa kasus virus polio. Pada tahun 2006 pun Indonesia telah berhasil memberantas polio. Bahkan pada tahun 2014, WHO memberikan label bebas polio kepada Indonesia.
Meski tidak ditemukan kasus polio, vaksinasi tetap terus diberikan. Sebab, masih ada negara-negara lain yang belum terbebas dari penyakit ini. Selain itu juga bertujuan untuk mencegah munculnya kembali wabah polio di Indonesia yang bisa saja dibawa oleh pendatang atau turis melalui perjalanan lintas negara. Vaksinasi atau imunisasi inilah menjadi salah satu tindakan pencegahan yang efektif.
Pada kesempatan yang sama, Yetty Sutan Siregar menyatakan jika acara jalan sehat itu dilaksanakan untuk memperingati Hari Polio yang jatuh pada
tanggal 24 Oktober. Peringatan Hari Polio Sedunia diperingati sebagai wujud pengharapan hilangnya penyakit menular akibat virus ini.
“Dengan itu kami ingin mensosialisasikan tentang Polio kepada seluruh masyarakat. Meskipun Polio bisa dibilang sudah tidak ada di Indonesia, tetapi vaksin Polio tetap penting bagi anak-anak kita,” katanya.
Yetty melamjutkan, hari Polio Sedunia diinisiasi oleh Rotary International, untuk memperingati Jonas Salk. Jonas Salk adalah pemimpin pertama yang mengembangkan vaksin untuk melawan penyakit polio.
Kemudian, penggunaan vaksin polio ini dikembangkan oleh Albert Sabin. Tim Inisiatif Pemberantasan Polio Global atau Global Polio Eradication Initiative (GPEI) dibentuk pada tahun 1988.












