Jumlah Wisatawan Membludak, Banyuwangi Agro Expo Diperpanjang

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/33883782248_58e41e9c00_b.jpg
Berlokasi di dataran tinggi membuat pemandangannya lebih bagus, Agro Expo 2019 menarik banyak kunjungan wisatawan. (Foto: arahjatim.com/humaskabbwi.ful)

Banyuwangi ArahJatim.com – Agro Expo yang digelar Pemkab Banyuwangi mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Tiap hari pengunjung yang datang mencapai 9.000 orang. Ini membuat pelaksanaan Agro Expo diperpanjang.

Sebelumnya even yang dibuka sejak 25 April tersebut harusnya berakhir pada, Rabu (1/5) Mei. Namun melihat antusias masyarakat yang tinggi, akhirnya diperpanjang hingga 4 Mei. Selain itu, selama bulan Ramadan, Agro Expo akan dibuka tiap akhir pekan, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengaku tidak menyangka jumlah masyarakat yang berkunjung ke Agro Expo sangat besar. Padahal lokasi Agro Expo cukup jauh apabila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

pasang iklan_rev3

“Awalnya kami mengira tidak akan banyak orang yang datang ke sini, karena lokasinya yang jauh. Tapi ternyata lokasi di dataran tinggi membuat pemandangannya lebih bagus, sehingga menarik banyak kunjungan wisatawan,” kata Anas, Kamis (2/5).

Tahun ini wisata edukasi Agro Expo digelar di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, yang berada di dataran tinggi 500 mdpl. Berlokasi di kaki Gunung Ijen, Agro Expo ini menempati lahan seluas 10,6 hektare. Tahun-tahun sebelumnya Agro Expo digelar di areal persawahan di pusat kota.

Dari lokasi tersebut, para pengunjung disuguhi pemandangan Gunung Ijen dan Selat Bali dari ketinggian. Menambah keindahan kawasan Agro Expo yang menampilkan ratusan jenis tanaman pertanian yang ditata dengan cantik.

Hamparan bunga cantik warna warni menjadi spot selfie Instagrammable. (Foto: arahjatim.com/humas/ful)

Dengan daya tarik tersebut, lanjut Anas, pemkab tengah mengkaji untuk melanjutkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata pertanian dan alam dengan konsep Nomadic Tourism.

Anas menjelaskan, Nomadic Tourism merupakan konsep baru yang dikenalkan Kementerian Pariwisata pada tahun 2018, yakni menyediakan fasilitas di kawasan destinasi wisata yang sulit terjangkau dengan konsep kontemporer, baik di segi amenitas maupun akses.

“Kami akan konsep menjadi nomadic tourism. Bisa jadi turis sewa tempat semacam camping ground semalam yang murah. Apalagi lokasinya yang berada di jalur Gunung Ijen. Misalnya wisatawan yang mau ke Ijen, bisa menginap di sini dengan tarif Rp 50. 000, kemudian naik ke Ijen. Tinggal nanti ditambah fasilitas-fasilitas pendukung yang unik,” jelas Anas.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan, mengaku tidak menyangka Agro Expo ramai dikunjungi.

“Ini di luar ekspektasi kami. Sebelumnya kami prediksi sekitar 6.000-7.000 pengunjung seperti di Agro Expo tahun sebelumnya. Ternyata di sini sampai 9.000 pengunjung,” kata Arief.

Pemandangan Gunung Ijen dan Selat Bali dari ketinggian menambah keindahan kawasan Agro Expo ini. (Foto: arahjatim.com/(humas/ful)

Agro Expo tahun ini mengangkat tema creative agriculture. Beragam aneka tanaman pertanian unggulan daerah mulai dari hortikultura, tanaman pangan, perkebunan hingga peternakan dan semua produk olahannya ditampilkan di ajang ini.

Aneka tanaman dan buah eksotis asal Banyuwangi juga turut dipamerkan dalam expo tersebut. Mulai dari padi hitam, durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji.

Juga ada hamparan bunga-bunga cantik warna warni yang menjadi spot selfie Instagrammable.

“Semua tanaman di lahan agro expo ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar bahkan berbuah sejak tiga bulan terakhir,” kata Arief.

Lahan yang digunakan Agro Expo tahun ini adalah lahan pertanian yang sudah disklimaks atau tidak produktif lagi. (humas/ful)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.