Tulungagung, ArahJatim.com – Ada trend menarik terkait Isyu ekonomi masyarakat, yang dikaitkan jelang pemilu 2024. Dari satu sisi, beberapa komoditi banyak mengalami dampak, termasuk harga harga kebutuhan sehari hari. Ternyata tidak demikian dengan komoditi pasar motor bekas, khususnya di wilayah Tulungagung. Dari pengamatan ArahJatim.com, beberapa pasar motor bekas di pasar pasar motor tradisional, masih cukup menjanjikan.
Nurhadi, warga desa Mojosari Kauman kalangbret, yang setiap harinya menjadi pedagang motor bekas, masih mengaku optimis, terkait bisnis yang satu ini. laki laki yang sudah malang melintang sebagai penjual kotor bekas, selama 32 tahun ini mengaku bisnis motor bekas itu, asyik, juga memiliki keunikan dan tantangan sendiri. Hal itu disampaikan ketika berbincang dengan ArahJatim.com, Senen,23/10/2023, di pasar tradisional motor bekas Ketanon -Kedungwaru Tulungagung.
” Harga motor bekas, masih menjanjikan. Tetapi itu tergantung beberapa faktor mas. Tahun keluaran motor,kondisi, serta jenis itu sangat berpengaruh. Untuk saat ini beberapa motor merk Honda, masih mendominasi pasar motor bekas.Untuk merk Yamaha, menyusul berikutnya. Untuk saat ini motor keluaran tahun tahun terakhir masih menjadi dagangan yang menjanjikan, karena apa, ya karena ada selisih kisaran lima jutaan , dengan Show rum resmi. Lha ini konsumen yang suka ” ungkap laki laki yang kini tetap menekuni bisnis motor bekas, dan selalu bergerak dari pasar kepasar di Tulungagung.
Seperti pantauan ArahJatim.com beberapa pasar motor bekas, yang kebetulan di warung warung kopi di Tulungagung, selalu ramai. Beberapa pasar yang ada masing masing , di wilayah Ketanon- Kedungwaru, Wonokromo- Gondang, Wates- Kalidawir, Panjer-Rejotangan dan beberapa pasar pasar kecil lainya. Dari pasar pasar itu transaksi langsung pembeli dan penjual, bisa terjadi sambil ngopi.
Dari beberapa pedagang, ditambahkan, memang dalam dua bulan terakhir, ketika ada isyu, ada jenis kendaraan tertentu yang rangkanya melengkung , itu juga berpengaruh sampai sekarang, untuk jenis itu pasarnya masih belum pulih. Rata rata jenis matic, masih mendominasi, khusunya di Tulungagung.
Harga kendaraan kisaran 10 juta sampai 15 jutaan, masih mendominasi penjualan motor bekas, apapun mereknya, dan itu kisaran 60% sedangkan 30% adalah kisaran 20 juta keatas, sedang motor di bawah itu semua prosentasinya, kecil.
Seperti pengakuan pedagang lainya , Suyitno, warga Buntaran , membenarkan , lancar dan tidaknya pedagang motor bekas itu, tergantung personilnya. Syarat utama , adalah kejujuran, dan layanan kepada konsumen, karena dengan begitu, nantinya konsumen kalau mau cari motor bekas, maka pasti akan menghubunginya kembali, walau sudah mencari referensi pedagang pedagang lainya. (dni)












