Surabaya, ArahJatim.com – Korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Diponegoro, Willem Soeharto harus menjalani operasi selama empat kali setelah insiden yang menewaskan dua temannya itu. Operasi itu dijalani Willem di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
“Anak saya harus empat kali menjalani operasi di RSUD dr Soetomo. Pertama, Williem dioperasi bagian pinggul, kemudian tangan kiri, paha dan jantung,” terang ibu Williem saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (14/11).
Dia mengaku jika anaknya hingga saat ini masih belum bisa berjalan. Pun hingga saat ini anaknya masih belajar duduk lantaran luka yang masih belum sepenuhnya sembuh.
“Hingga saat ini masih menjalankan rawat jalan dan kontrol. Untuk keadaanya, Wiliem masih belajar duduk untuk dapat menggunakan kursi roda,” katanya.
Dirinya pun mengaku jika hingga saat ini santunan bagi anaknya masih belum ia terima. Meski sebelumnya pihak keluarga terdakwa sudah mendatanginya.
“Memang ada perwakilan keluarga terdakwa yang datang dua kali dan menyampaikan akan memberikan santunan, namun hingga saat ini sama sekali belum ada dan hanya ngomong (bicara) saja, tidak ada realisasinya,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Clifton Leonard Cahyono diduga sengaja menabrakkan mobilnya ke Honda City yang dikendarai Christopher Chandra pada Sabtu (13/8) sekitar pukul 03.40 WIB di jalan Diponegoro.
Aksi tabrak mobil korban hingga mengakibatkan dua orang tewas itu berawal dari saling ejek saat kedua pihak berhenti di traffic light jalan Ir Soekarno, Surabaya. Selanjutnya terjadi kejar-kejaran hingga jalan Diponegoro.
Kendaraan Clifton Leonard Cahyono yang berhasil menyalip dengan mobil korban melalui jalur kiri, langsung menabrak pintu samping depan dan berusaha terus menempel sehingga korban Christopher kehilangan kendali.
Akibatnya, mobil Honda City yang ditumpangi Christopher Chandra bersama Michael Angwen dan 2 teman yang lain, naik trotoar lalu menabrak pohon dengan sangat keras.
Peristiwa itu mengakibatkan Christoper Chandra dan Michael Angwen tewas. Sedangkan dua penumpang lain, William Suharto dan Carlos Bryan Suhendra mengalami luka berat.










