Surabaya, Arahjatim.com – Mensyukuri Hari Pahlawan 10 November beberapa tokoh lintas agama, para jenderal veteran, seniman dan budayawan berkumpul di Surabaya untuk bersama-sama mendoakan suksenya KTT G-20 dan pentingnya kembali kepada jatidiri bangsa Indonesia. Rabu, 09 November 2022.
Hadir diantarnya Romo Kyai Moch Muchar Mu’thi (Islam), Romo Banthe Nyana Sila (Buddha), Romo Pinandita Salam Raharjo (Hindu), Romo Wismu Sugiman (Katolik), Eyang Jati Kusumo (Budayawan dan Tokoh Nasional), Pendeta Simanungkalit (Protestan), Ki Purbo dan Ki Bukori (Penghayat Kepercayaan) dan Pendeta Isa Rachmadi (Protestan).
“Kita berdoa untuk sukses KTT G-20 dan perdamaian dunia. Kita ini cinta damai, tapi seperti kata Soekarno lebih cinta kemerdekaan,” ujar Moch Sholeh kepada Media. Rabu, 09 November 2022.
Dalam pitutur luhurnya, Kyai Moch Muchtar Mu’thi Pemrakarsa organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia mengatakan bahwa kita harus kembali ke jati diri bangsa Indonesia jika tidak Indonesia akan hanya tinggal nama.
“Bahaya terbesar yang mengancam Indonesia bukanlah bahaya gunung meletus, tanah longsor, stunami akan tetapi bahaya terbesar adalah terkikisnya jati diri Bangsa Indonesia. Tanpa jatidiri bangsa Indonesia hanya akan tinggal nama,” terang Kyai.
Menurut Kyai sepuh 95 th ini, jati diri itu ghoib, tidak bisa ditangkap oleh panca Indra dhohir, tetapi bisa dilihat dari penampakan ya dalam berbagai macam.
“Sumpah Pemuda juga penampakan jati diri Bangsa Indonesia,Lagu Indonesia Raya adalah penampakan jati diri Bangsa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan rakyat Indonesia, Pembukaan UUD 45 juga penampakan jati diri Bangsa Indonesia. Berdirinya NKRI juga penampakan jati diri Bangsa Indonesia, Hari Pahlawan tanggal 10 November juga penampakan jatidiri bnagsa Indonesia,” ujar Kyai sepuh ini.
Ditambahkan bahwa di dunia ini satu-satunya kota Pahlawan hanya ada di Surabaya.
Untuk itu kembalilah kepada jati diri bangsa Indonesia, kembalilah kepada jati diri bangsa Indonesia, kembalilah kepada jati diri bangsa Indonesia,” tegas sang Kyai diulang hingga beberapa kali.
Lebih lanjut soal jati diri bangsa Ketua Dep. Pendidikan DPP PCTA Indonesia mengatakan bahwa jati diri bangsa yang dimaksud sang Kiai adalah manunggalnya keimanan dan kemanusiaan.
“Sejauh yang kami tahu bahwa Pak Kyai sering menyampaikan berdasarkan dasar negara Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga bahwa yang dimaksud jati diri bangsa Indonesia menurut beliau adalah manunggalnya keimanan dan kemamusiaan,” ujarnya Kushartono Ketua Dep. Pendidikan.
Dengan jati diri bangsa ini menurut Kus, adalah solusi tepat mengatasi segala persoalan bangsa dan negara.
“Termasuk soal KTT G-20 akan sukses dengan jati diri bangsa yakni manunggalnya kekuatan Tuhan YME dan kekuatan (ikhtiyar) manusia. Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Inilah konsep agung dalam Pembukaan UUD 1945 guna meraih Indonesia Raya dan Indonesia Jaya. Termasuk jika kita ingin KTT G-20 ini mencapai kesukseskan,” tegasnya.
Organisasi kebangsaan yang didirikan oleh tokoh pemuka agama inipun berkeyakinan perang Rusia dan Ukraina akan selesai.
“Insya Alloh konflik Rusia dan Ukraina akan selesai dengan doa dari Indonesia,” tambah Ismu Syamsudin Sekjen DPP PCTA Indonesia.
Rangkaian tasyakuran Hari Pahlawan dan Doa Bersama Lintas Agama akan digelar dari pagi hingga malam hari. Mulai dari dialog kebangsaan, santunan veteran dan anak yatim, pentas budaya, doa bersama lintas agama dan pitutur luhur.(das)










