Kediri, ArahJatim.com – Serbuan ancaman siber yang makin ganas menuntut respons ekstra cepat. Menyadari hal ini, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah tegas! Hari ini, Kamis (4/12), melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mereka secara resmi “menggembleng” 100 perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dalam sebuah Bimbingan Teknis Agen Siber berapi-api.
Mengusung tema strategis, “Incident Response Readiness 2025: Meningkatkan Kesiapan Agen Siber OPD Kota Kediri,” kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi adalah upaya masif untuk menciptakan benteng pertahanan digital yang tak tertembus!
Digitalisasi Pesat, Ancaman Kian Dekat!
Kepala Diskominfo, Rony Yusianto, dalam arahannya memancarkan urgensi yang tinggi. Ia menekankan bahwa seiring melonjaknya pemanfaatan teknologi, risiko serangan siber kini menyasar tak hanya korporasi, tetapi juga sistem layanan publik vital milik pemerintah daerah hingga aplikasi internal OPD.
”Kita tidak hanya membutuhkan sistem yang kuat, tetapi juga agen siber yang memiliki kesiapsiagaan, kemampuan deteksi dini, serta respon yang cepat ketika insiden terjadi,” tegas Rony, menandaskan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama.
Rony menegaskan bahwa para agen siber inilah yang menjadi ujung tombak dan garda terdepan. Tugas mereka sangat krusial: memonitor keamanan informasi dan segera melaporkan setiap insiden siber di lingkungan kerjanya masing-masing.
CSIRT Diperkuat, SDM Dipertajam!
Dalam beberapa tahun terakhir, Diskominfo telah bekerja keras memperkuat infrastruktur dan layanan KEDIRIKOTA-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) sebagai pusat komando penanganan insiden siber. Namun, Rony mengakui:
”Secanggih apapun sistem yang kita miliki, tetap diperlukan kemampuan SDM untuk mengoperasikan, mendeteksi, dan merespons ancaman dengan cepat. Itulah mengapa kegiatan hari ini kita selenggarakan.”
Dengan mendatangkan Praktisi Keamanan Siber kompeten sebagai narasumber, pelatihan ini berfokus pada penguasaan teknis. Peserta diharapkan menguasai:
- Standar penanganan insiden.
- Alur koordinasi CSIRT yang efisien.
- Teknik respon yang tepat sasaran.
- Strategi menjaga keberlanjutan layanan publik saat badai siber melanda.
Komitmen Abadi untuk Pelayanan Aman
Kegiatan ini bukan hanya formalitas, melainkan wujud nyata dari komitmen Pemkot Kediri untuk membangun tata kelola keamanan informasi yang kuat dan berkelanjutan.
”Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan bimtek ini untuk belajar dan menggali ilmu sebanyak-banyaknya,” pesan Rony. “Harapan kami, selesai kegiatan, seluruh peserta mampu menerapkan praktik baik keamanan siber sekaligus memperkuat koordinasi dengan CSIRT Kota Kediri. Integritas data dan perlindungan sistem pemerintah adalah prioritas, demi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman dan terpercaya.”
Dengan kesiapan 100 agen siber yang telah diasah, Kota Kediri kini semakin siap menghadapi dinamika ancaman siber tahun 2025 dan seterusnya!











