Kediri, ArahJatim.com – Suasana khidmat dan penuh kehangatan khas pesantren mulai menyelimuti Kabupaten Kediri. Malam ini, Sabtu (20/6/2026), Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 akan resmi dibuka. Perhelatan akbar kaum nahdliyin ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri.
Sejak Jumat kemarin, hiruk-pikuk kedatangan para kiai, ulama, dan pengurus NU dari berbagai penjuru tanah air sudah mulai terasa. Kediri seketika menjadi titik kumpul gagasan-gagasan besar untuk masa depan umat.
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee Munas-Konbes NU 2026, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan bahwa seluruh persiapan telah dimatangkan demi menyambut para tamu mulia dari Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Indonesia.
”Mulai kemarin peserta sudah datang secara bertahap. Siang ini insyaallah seluruh peserta, baik dari PWNU maupun PBNU, sudah hadir di Kediri,” ujar Gus Ipul dengan nada optimis, Sabtu (20/6/2026).
Dari Registrasi Hotel hingga Khidmatnya Pesantren Ploso
Sisi menarik dari gelaran kali ini adalah manajemen logistik yang rapi. Untuk menjaga kenyamanan para peserta, panitia telah menyiapkan lima hotel strategis di Kediri sebagai pusat registrasi dan akomodasi sesuai pembagian kamar.
Setelah menyelesaikan proses administrasi siang ini, sore nanti para peserta dijadwalkan bersama-sama bertolak menuju Pesantren Al Falah Ploso. Di sinilah, di bawah atap pesantren yang sarat sejarah, rona optimisme dan silaturahmi antar-ulama akan melebur dalam acara pembukaan nanti malam.
Mematangkan Langkah Menuju Muktamar NU
Bukan sekadar ajang rindu dan silaturahmi, Munas-Konbes NU 2026 membawa misi dan agenda yang sangat krusial. Forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini akan menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah jam’iyah ke depan.
Gus Ipul memaparkan bahwa ada beberapa poin penting yang akan digodok selama forum berlangsung.
- Pembahasan Materi Muktamar: Menetapkan draf dan materi yang akan dibawa ke forum Muktamar NU mendatang.
- Penjaringan Aspirasi Tuan Rumah: Menampung usulan-usulan dari berbagai wilayah terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar.
- Respons Isu Keagamaan Kontemporer: Membahas problematika keagamaan terkini yang butuh panduan hukum Islam yang jelas.
”Forum ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Muktamar. Selain membahas materi muktamar, juga akan dibahas berbagai isu keagamaan yang menjadi perhatian NU,” jelas Gus Ipul.
Mengintip 6 Komisi Sidang: Dari Bahtsul Masail hingga Rekomendasi
Untuk menghasilkan keputusan yang komprehensif, jalannya persidangan dalam Konbes kali ini akan dipecah ke dalam enam komisi yang tersebar di beberapa titik strategis kompleks Pesantren Al-Falah:
- Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah: Fokus pada masalah hukum Islam aktual, bertempat di Aula Utama Al-Falah Induk.
- Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah: Fokus pada tematik keagamaan, bertempat di Musholla Queen Al-Falah.
- Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah: Fokus pada perundang-undangan dan hukum negara, bertempat di Aula Teras Gubuk Al-Falah.
- Komisi Organisasi: Bertempat di Aula Utama Al-Falah Putri.
- Komisi Program: Bertempat di Gedung Nasrul Ummah Al-Falah II.
- Komisi Rekomendasi: Tim khusus yang merumuskan rekomendasi strategis eksternal dan internal organisasi.
Estafet ke Bangkalan dan Rencana Kehadiran Presiden
Munas-Konbes NU 2026 kali ini menggunakan konsep estafet yang unik. Jika pembukaan dan sidang komisi digelar di bumi Kediri, maka momen penutupan akan digeser ke Madura.
Rencananya, penutupan forum akbar ini akan dilaksanakan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada Selasa, 23 Juni 2026 siang. Istimewanya lagi, Presiden Republik Indonesia dijadwalkan hadir langsung untuk menutup jalannya acara.
”Persiapan sudah terus dilakukan. Munas-Konbes insyaallah Presiden hadir pada saat penutupan,” pungkas Gus Ipul. (das)












