Gerindra Bantah Terkait Dukungannya Terhadap Paslon Petahana

oleh -

Blitar, ArahJatim.com – Santer dikabarkan akan bergabung dengan Petahana, yakni Rijanto – Marhaenis pada gelaran Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, partai Gerinda Kabupaten Blitar langsung membantah. Pernyataan tersebut langsung disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Sugianto saat dihubungi melalui sambungan telephon, Sabtu ( 8/8/2020).

Tak hanya itu, secara terang-terangan Sugianto mengaku sudah mengusulkan pasangan calon kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari DPP turun.

“Kita sudah ditanya DPP, artinya karena tidak dapat memberangkatkan sendiri, maka harus berkoalisi. Kita pastikan sudah membentuk koalisi dengan sejumlah partai,” jelasnya.

Terkait pasangan calon Bupati maupun wakil Bupati yang diusulkan ke DPP, Sugianto menuturkan semuanya sudah melalui simulasi bersama. Adapun partai yang dipastikan berkoalisi, yakni Gerindra, PKB, PPP, dan PKS. Untuk Demokrat dan PAN belum menemukan titik temu.

“Kalau koalisi sudah pasti. Jadi tinggal menentukan pasangannya. Sementara ini kota juga menunggu kabar terakhir dari PKB yang dijanjikan rekomendasi turun paling lambat akhir bulan ini. Sekaligus pasangan dari Gerindra yang sudah dikomunikasikan dengan partai koalisi,” tuturnya.

Usulan yang disampaikan ke DPP, lanjut Sugianto, diantaranya dirinya sendiri dan Miko. Sedangkan dari PKB, diusulkan nama Mak Rini dan Abdul Munib. Untuk Aziz yang mengklaim juga dari PKB tidak diusulkan, karena komunikasi dengan yang bersangkutan sangat minim, sehingga hanya disampaikan dan tidak menjadi bahan pertimbangan.

“Kalau mas Miko sudah berkomitmen, jika nanti mendapat rekomendasi, khususnya dari Gerindra sendiri, siap bersama-sama membesarkan partai Gerindra, artinya siap menjadi kader Gerindra,” tuturnya.

Sugianto menambahkan, Gerindra sudah melakukan pembicaraan dengan PKB. Pihaknya memaklumi dan memahami bahwa PKB mempunyai jumlah kursi lebih besar, sehingga jika posisi AG 1 diminta PKB, sudah memahaminya. Nanti pihaknya akan menyodorkan sebagai AG 2.

“Sementara ini kita meyakinkan ke pusat untuk berdiri sendiri. Supaya demokrasi di Kabupaten Blitar hidup. Selain itu juga supaya masyarakat tidak dipaksa memilih yang bukan pilihan. Karena kalau hanya satu paslon, sama dengan pemaksaan. Nah makanya mau tidak mau dengan adanya pilihan, maka demokrasi hidup, pilihan masyarakat bisa bervariasi, dan diharapkan yang baru bisa memberikan perubahan yang lebih baik,” imbuhnya. (mua)