Jember, ArahJatim.com – Forum Alumni Akademisi Praktisi (Formaasi) Jember menawarkan pengelolaan sampah dengan total invenstasi peralatan mencapai 40 milyar rupiah kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait di ruang rapat Pemkab Jember pada Jumat malam (18/07).
Pengelolaan sampah tersebut gratis namun nantinya akan menghasilkan pendapatan bagi pemerintah daerah.
Ketua I Nyoman Semita, Sekretaris Rendra Wirawan bersama pengurus Formaasi menyampaikan tawaran nyata mengatasi sampah di Jember.
“Itung-itungan kita kurang lebih sampah di Jember masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ada 200 ton. Mesin pengolah sampah yang akan kita datangkan mampu mengolah sampah antara 150 – 300 ton sampah perhari,” papar Rendra.
Pemkab Jember tidak mengeluarkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendatangkan alat dan operasional kegiatan pengolahan sampah.
“Justru dengan kerjasama dengan kita, nanti akan memberikan pendapatan daerah,” tambahnya.
Sampah tersebut akan diolah menjadi berbagai hasil produksi, misalnya bahan semen dan batu bara alternatif.
Bupati Jember yang biasa dipanggil Gus Fawait itu langsung memberikan arahan kepada jajarannya untuk menindaklanjuti dan mendalami tawaran tersebut.
“Ini sumbangsih alumni, akademisi dan praktisi yang bagus, untuk meningkatkan pendapatan daerah disamping itu juga bisa mengatasi masalah sampah dan lingkungan di Jember”, ujarnya.
Gus Fawait mengeluhkan Jember sudah 10 tahun lebih tidak bisa menurunkan angka kemiskinan sampai 200 ribu orang. Dari tahun 2014 sampai tahun 2024 APBD yang dikucurkan sekitar 50-60 trilyun rupiah. Dia juga bingung angka tersebut tidak bisa turun meskipun data usaha kecil menengah menunjukan kemajuan.
“Ini patut jadi pertanyaan, mengapa? Kita punya sumberdaya manusia (akaedmisi), ada banyak universitas, sekolah menengah atas dan sumber daya alam pertanian, perkebebunan, kelautan. Jember miskin absolute kedua di Jawa Timur”, paparnya.
Bupati Gus Fawait berharap Formaasi bersama kalangan akademisi bisa ikut serta dalam progam desa tematik.
“Ini progam untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, usaha usaha apa yang menjadi unggulan di desa nanti didampingi sampai berhasil”, tambahnya.
Selain itu juga berharap adanya penelitian penelitian dari para akademisi untuk percepatan pembangunan Kabupaten Jember.
Terkait permasalahan tersebut elemen anggota Formaasi yang terdiri dari alumni perguruan tinggi, akademisi dan praktisi tersebut pernah dan sedang menjalankan progam membantu mengatasi persoalan-persoalan Jember.
“Dari unsur kita sudah berbhakti untuk Jember, diantaranya memberikan 10ribu micro nutrient untuk ibu hamil dalam mengantasipasi stunting. Selain itu juga ada pendampingan progam ternak kambing dan bertani kayu putih dengan maksud untuk meningkatkan pendapatan masyarakat”, papar I Nyoman Semita.
Disamping pengolaan sampah, Formaasi juga mengusulkan perlunya menertibkan pedagang kaki lima menjadi bagian dari wisata kuliner di Jember dan membangun kawasan khusus UMKM.
Waktu dan tempat bersamaan, elemen masyarakat dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jember juga menyampaikan selalu menjaga keharmonisan persatuan umat beragama di Jember. Disamping itu juga mendukung dan berkomitmen melestarikan seni budaya untuk mengembangkan wisata Jember. (NSL)










