Tulungagung, ArahJatim.com – Nampaknya euforia labaran tahun ini seperti yang banyak diprediksi, benar benar terjadi. Terkait hal itu pemerintah sudah melakukan antisipasi hal hal yang dirasa berpotensi menjadikan lebaran tahun ini terjadi hal hal yang kontraproduktif.
Untuk tingkat daerah, termasuk kecamatan kecamatan, eufuria takbiran menggunakan kendaraan besar dan menggunakan sound berkekuatan besar juga terantisipasi. Wilayah kecamatan Ngantru Tulungagung, sampai sampai untuk menertibkan ini, Kapolsek, Camat dan Danramil harus turun langsung , melakukan operasi, untuk melarang hal itu, Minggu malam 1/5/2022.
Dalam pantauan malam ArahJatim.com, sejak jam 18, suasana kendaraan besar seperti truk, pick up, yang sudah dilengkapi sound berkekuatan besar, mulai keliling desa desa di wilayah kecamatan Ngantru.
Kapolres Tulungagung, melalui Kapolsek Ngantru, AKP Puji Widodo, ketika dikonfirmasi tim liputan menyatakan sejak sore sudah banyak kendaraan takbiran dengan sound besar keliling si wilayah Ngantru.
” Seperti intruksi pemerintah, dalam malam takbiran, diharapkan masyarakat merayakan tidak terlalu berlebihan. Banyak truk takbiran, yang menurut pengamatan kami, dikeluhkan masyarakat, selain suaranya yang menggangu , banyak anak anak yang naik di truk itu berbahaya. Dalam kondisi ini kami dari forkompincam, menghimbau, untuk takbiran seperti ini dipertimbangkan lagi”, ungkap Kapolsek.
Sementara camat Ngantru Dwi Hari, membenarkan kalau pihak forkompincam harus turun tangan melihat kondisi ini untuk memberi penyadaran langsung bagi masyarakat.
” Kami sangat apresiasi terkait ibadah itu, tetapi bila sudah berpotensi keluar jalur, maka kami harus turun tangan memberikan penyadaran pada masyarakat”, ungkap kandidat kadin PUPPW kab. Tulungagung mendatang.
Seperti bebrapa yang sudah diberi pengarahan, diharapkan model keliling dihentikan, tetapi konsentrasi di mushola atau masjid masjid setempat, untuk bertakbir menyongsong hari raya, yang jatuhnya tepat Senen 2/5/2022.(dni)










