
Hackathon sendiri adalah ajang “pekan retas” pengembangan ide teknologi untuk tujuan tertentu. Di Banyuwangi, ditujukan untuk pengembangan wisata dan UMKM.
“Hackathon Pintar 1.0 mengusung spirit pariwisata dan UMKM pintar. Kami mengajak anak muda se-Indonesia untuk membawa perubahan dengan bersama-sama mencari solusi bagi permasalahan UMKM dan pariwisata di Banyuwangi,” kata Anas.
Hackaton ini akan digelar sehari sebelum pelaksanaan Festival Juragan Pintar (30 Maret),. Festival Juragan Pintar, adalah ajang pertemuan para pemilik Warung Pintar dari berbagai daerah. Warung Pintar sendiri adalah platform teknologi terintegrasi untuk warung tradisional.
“Di Banyuwangi, Warung Pintar telah bermitra dengan warga untuk meningkatkan daya saing warung-warung rakyat,” jelas Anas.
Atraksi budaya juga akan hadir memeriahkan event di bulan ini, yakni Festival Lembah Ijen (23 Maret).
“Atraksi seni ini merupakan show rutin bulanan yang digelar di Taman Gandrung Terakota, Kecamatan Licin. Para wisatawan bisa menyaksikan sendratari Gandrung di sebuah kawasan resort yang sejuk yang letaknya di kaki Gunung Ijen,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda.
Event pamungkas pada bulan Maret, akan dimeriahkan Mandiri Banyuwangi Half Marathon. Kompetisi lari yang akan digelar Minggu, 31 Maret ini akan mengajak pesertanya menyusuri lanskap kota dan melintasi landmark Banyuwangi. Pemandangan Gunung Ijen dari kejauhan, semilir angin dari perairan Selat Bali, serta keindahan arsitektur kota yang rapi dapat dinikmati pelari di sepanjang rute.
“Ajang ini melombakan tiga kategori, yakni half marathon (21 KM) on road, 10 KM, dan 5 KM,” pungkas Bramuda. (*)





