Fashion Show Unik, Siswi-Siswi Cantik Kampanye Baik di SMPN 1 Ledokombo Jember

oleh -
oleh
Para peserta fashion show berfoto bersama. (Foto: arahjatim.com/nsl)

Jember, ArahJatim.com – Peragaan busana unik digelar di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMPN) Negeri 1 Ledokombo Kabupaten Jember pada Sabtu (9/11). Fashion show bertajuk “Festival Gelar Karya Penguatan Profil Pelajar Pancasila – Bangunlah Jiwa Raganya” ini diikuti oleh ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah setempat.

Selain menampilkan busana-busana hasil kreativitas seni berbahan aneka barang bekas-pakai, mereka juga menyampaikan pesan-pesan baik agar para siswa tetap semangat belajar untuk menggapai cita-cita. 

Para peserta memamerkan busana yang dikenakannya dengan rasa percaya diri, berjalan berlenggak lenggok di hadapan peserta lain. Umumnya busana yang ditampilkan bergaya karnaval. Busana-busana ini dibuat dari aneka barang bekas seperti plastik, ranting-ranting kayu dan sejenisnya. Walaupun berbahan barang bekas, busana yang dipamerkan tetap anggun dipakai karena ada sentuhan kreativitas seni.

pasang iklan_rev3

“Pakaian yang saya pakai ini dibuat selama dua bulan, terdiri dari beberapa bahan plastik misalnya sendok plastik,” kata Nadia, salah satu peserta dari kelas sembilan. 

Tarian Tradisonal Egrang yang menarik perhatian para peserta. (Foto: arahjatim.com/nsl)

Selain peragaan busana, dalam fashion show ini para peserta juga menyampaikan pesan-pesan baik melalui sejumlah poster yang dibentangkan, seperti: Stop Kekerasan Terhadap Anak, Jangan Sentuh Narkoba, Kesetaraan Gender dalam Pendidikan, Stop Perkawinan Anak, dan Stop Bullying.

“Saya sendiri (membawakan) kampanye tentang narkoba, siswa tugasnya belajar agar cita-citanya tercapai. Stop narkoba!” lanjut Nadia dengan lantang. 

Fashion show ini hanyalah salah satu dari sekian banyak acara yang digelar dalam festival tersebut. Pada intinya menampilkan semua karya para siswa, mulai dari kemampuan membawakan acara, berbicara dalam bahasa inggris, berpantun, membaca Alquran, main drama, hingga menampilkan seni tari tradisional egrang dan seni jaranan. 

“Kita sudah lihat hari ini mereka menampilkan kemampuanya luar biasa, semua dari anak-anak. dan terpenting lagi yang tidak tampak (nonfisik) juga terbangun. Anak-anak diberi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan. Ini irisan hasil kegiatan Pendidikan Kesehatan dan Seksual (PKRS) dalam ekstra/intra kurikuler. Anak-anak belajar tentang tema-tema kekinian,” jelas Davit Rahman, Kepala Sekolah SMPN 1 Ledokombo. 

Budiman Widyanarko, Project Officer SuaR Indonesia mengapresiasi SMPN 1 Ledokombo selaku tuan rumah yang telah menyelenggarakan festival tersebut dengan baik.

“Ini adalah contoh sekolah dari enam sekolah di Kecamatan Silo dan Ledokombo Jember yang mendapat perhatian serius dari kami dan sudah melaksanakan pengajaran PKRS secara periodik menggunakan pendekatan Kurikulum Merdeka P5,” jelasnya. 

Dalam kegitan ini dipamerkan pula karya seni para siswa terkait materi PKRS. Sejumlah karya seni hasil kreativitas para siswa berupa tulisan, lukisan, dan patung dari bahan bekas dipajang sepanjang lorong sekolah menuju lokasi acara.

“Semua pesan membangun kesadaran remaja siswa agar mereka konsentrasi belajar, berkarya, dan ada satu karya bagus berupa dua patung di pernikahan akan tetapi ekspresinya menangis sedih. Inilah gambaran dampak pernikahan dini,” papar Abdurrohman Wachid Ketua Panitia Festival. 

Festival Gelar Karya Penguatan Profil Pelajar Pancasila berlangsung meriah diikuti ratusan peserta. Selain siswa SMPN 1 Ledokombo, festival tersebut juga diikuti oleh siswa dari SMPN 1 Silo, SMPN 3 Ledokombo, MTS Nurul Manan, MTS Tarbiyatul Ikhsan Silo, SMP Al Falah Silo, juga peserta undangan dari berbagai lembaga terkait termasuk muspika setempat. (nsl)

No More Posts Available.

No more pages to load.