114 Judoka Pelajar dari 19 Kontingen Bertarung Ketat di Dojo Kertajaya Surabaya, Regenerasi Atlet Jatim Mulai Terlihat
Surabaya, ArahJatim.com – Persaingan cabang olahraga judo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 berlangsung sengit. Memasuki hari kedua, Senin (2/11/2026), peta kekuatan atlet muda Jatim merata. Empat medali emas dari empat kelas berbeda harus dibagi untuk empat daerah: Kota Mojokerto, Sumenep, Tuban, dan Kota Surabaya.
Pertandingan yang dipusatkan di Dojo Kertajaya, Surabaya, tersebut melahirkan juara-juara baru dari kalangan pelajar.
Di kelas putra -50 kg, Febriano dari kontingen Kota Mojokerto tampil dominan dan berhasil mengunci medali emas. Sementara di kelas putra -55 kg, Noer Ramadhan asal Sumenep sukses naik podium tertinggi setelah mengalahkan lawan-lawannya.
Untuk sektor putri, persaingan tak kalah ketat. Anisyabela dari Kabupaten Tuban menjadi yang terbaik di kelas -40 kg. Sedangkan atlet tuan rumah, Alviati dari Kota Surabaya, mengamankan emas di kelas -44 kg dan menjaga gengsi Kota Pahlawan di depan publik sendiri.
Ketua Umum Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Timur, Dr. Yoyok Subagiono, S.H., S.I.K., M.Si., menilai pemerataan peraih emas menjadi sinyal positif bagi pembinaan judo di Jatim.
“Pertandingan hari kedua POPDA berlangsung seru dengan kekuatan atlet yang relatif merata. Medali emas berhasil dibagi oleh atlet dari Kota Mojokerto, Sumenep, Tuban, dan Surabaya,” ujar Yoyok, Senin (2/11).
Menurutnya, POPDA bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan kawah candradimuka bagi atlet pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“POPDA menjadi kesempatan bagi atlet muda, khususnya pelajar, untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi. Para peraih medali emas diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi atlet judo Jawa Timur yang kelak memperkuat daerah di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Yoyok menekankan pentingnya pembinaan berjenjang agar prestasi tidak berhenti di level pelajar.
“Pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang. Mereka nantinya diharapkan menjadi atlet pelapis bagi cabang olahraga judo Jawa Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia POPDA XV cabor judo, Ismojo Herdono, menjelaskan animo peserta tahun ini sangat tinggi. Total ada 114 atlet dari 19 kontingen kabupaten/kota se-Jawa Timur yang ambil bagian, dengan mempertandingkan 17 kelas.
“Rangkaian pertandingan POPDA Jawa Timur cabang olahraga judo akan berakhir pada Kamis, 5 November,” kata Ismojo.
Hingga hari kedua, perburuan medali masih terbuka lebar. Kontingen lain yang belum kebagian emas diprediksi akan tampil habis-habisan di dua hari tersisa.










