Jember, ArahJatim.com —Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember kembali menunjukkan taring kemanusiaannya di kancah nasional. Pada Selasa siang (02/12), dua relawan terbaik mereka secara resmi dilepas untuk bergabung dalam misi kemanusiaan besar menuju Pulau Sumatera, wilayah yang dalam sepekan terakhir porak-poranda akibat dihantam banjir besar dan tanah longsor.
Pelepasan heroik ini berlangsung khidmat di Markas PMI Kabupaten Jember. Wakil Ketua, Aep Ganda Permana, didampingi Sekretaris Ghufron Eviyan Efendi, secara langsung menyerahkan mandat tugas kepada dua sosok andalan tersebut. Mereka akan menjadi bagian dari tim gabungan elit yang disiapkan PMI Jawa Timur, bersama relawan dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi.
Bukan Sembarang Relawan: Keahlian Khusus di Balik Roda
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa dua relawan yang diberangkatkan bukanlah sosok sembarangan.
”Mereka punya keahlian khusus sebagai pengemudi kendaraan taktis dan logistik. Hari ini kami mengirimkan Imron Sya’fi dan Sholihin untuk memperkuat respon kemanusiaan di Sumatera,” ujar Zainollah, menyoroti pentingnya peran mereka di medan bencana.
Pengiriman relawan ini dikoordinasikan langsung atas permintaan PMI Provinsi Jawa Timur dan PMI Pusat, yang tengah membentuk tim besar untuk menembus titik-titik krusial di tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Skala Bencana yang Mengguncang
Data dari PMI Pusat menguak skala bencana yang sangat berat dan jauh dari ringan. Situasi di lapangan sangat membutuhkan uluran tangan:
- Terdampak: 1,5 juta jiwa
- Mengungsi: 104 ribu orang
- Korban Meninggal: 604 orang
- Hilang: 464 orang
Melihat kondisi ini, Imron Sya’fi, salah satu relawan yang bertolak, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi tugas berat dan tak terbatas waktu. “Kami siap melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya,” katanya singkat, memancarkan determinasi seorang pejuang kemanusiaan.
PMI Jember mengirimkan pesan bahwa semangat gotong royong dan kesiapsiagaan relawan Jawa Timur kini telah mencapai ujung barat Indonesia, membawa harapan di tengah duka. (nurs)










