Dorong UMKM Go Digital, Mahasiswa KKN UNP Kediri Beri Pelatihan QRIS dan TikTok

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi kunci utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap kompetitif. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 41 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menginisiasi program unggulan bertajuk “Pengembangan UMKM Desa melalui Digital Marketing” di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri.

​Program yang berlangsung sejak 22 Januari hingga 14 Februari 2025 ini bertujuan untuk mentransformasi pola pemasaran tradisional menjadi berbasis digital, guna memperluas jangkauan pasar para pelaku usaha lokal.

​Strategi Tiga Pilar: Google Maps, QRIS, dan Konten Kreatif

​Mahasiswa KKNT UNP Kediri tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung terjun melakukan pendampingan teknis yang dibagi ke dalam tiga pilar kegiatan utama:

pasang iklan_rev3

1. Pemetaan Digital melalui Google Maps

Mahasiswa berhasil mendaftarkan dan memperbarui informasi sekitar 40 lokasi UMKM di Google Maps. Langkah ini sangat krusial agar posisi usaha lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui mesin pencari. Menariknya, beberapa titik yang baru didaftarkan langsung mendapatkan ulasan positif dari pelanggan, yang secara otomatis meningkatkan kredibilitas usaha di mata publik.

2. Implementasi Sistem Pembayaran QRIS

Mendukung tren transaksi non-tunai (cashless), tim mahasiswa memfasilitasi pembuatan QRIS bagi para pelaku usaha. Saat ini, lima UMKM percontohan telah aktif menggunakan QRIS untuk transaksi harian, yang dinilai lebih praktis, aman, dan modern bagi pelanggan maupun pemilik usaha.

3. Pelatihan Konten Digital dan TikTok Marketing

Melalui seminar dan workshop interaktif, para pelaku UMKM dibekali keterampilan menjadi konten kreator. Fokus utamanya adalah pembuatan video promosi kreatif di platform TikTok. Hasilnya, para peserta langsung mempraktikkan pembuatan konten dan mulai mengunggah video produk mereka secara mandiri.

​Dampak Jangka Panjang bagi Perekonomian Lokal

​Ketua KKNT UNP Kediri Kelompok 41, Dani Aritonang, menegaskan bahwa program ini dirancang agar memberikan efek berkelanjutan (sustainable).

​“Kami berharap UMKM di Kelurahan Pesantren tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital,” ujar Dani dengan optimisme tinggi.

​Senada dengan hal tersebut, Lurah Kelurahan Pesantren menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi nyata para mahasiswa. Pihak kelurahan berharap pemahaman mengenai pemasaran digital ini terus dikembangkan oleh warga meskipun masa KKN telah berakhir.

​Menuju UMKM Mandiri di Era Digital

​Transformasi yang dibawa oleh mahasiswa UNP Kediri ini mulai membuahkan hasil. Para pelaku UMKM mengaku lebih percaya diri dalam mempromosikan produk mereka. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, Kelurahan Pesantren kini selangkah lebih maju dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang tangguh.

No More Posts Available.

No more pages to load.