Dokter Spesialis Anak Sebut Vaksinasi untuk Anak Tak Ada Masalah

oleh -
oleh
Dokter spesialis anak, juga anggota Satgas Imunisasi IDAI Surabaya, dr Dominicus.

Surabaya, ArahJatim.com – Cakupan imunisasi dasar pada anak guna mencegah penyebaran virus Covid-19 yang kian menurun perlu terus diusahakan oleh pemerintah.

Kendati sebelumnya mendapatkan beberapa tanggapan miring terkait vaksinasi yang diberikan kepada anak yang dianggap dapat membahayakan kembang tumbuh anak. Dalam hal ini Dokter spesialis anak, Dokter Dominicus mengatakan berdasarkan uji klinis, tak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

“Berdasarkan uji klinis, tidak ada anak usia 5 sampai 11 tahun yang meninggal dunia karena pemberian vaksin Pfizer,” kata Dokter Dominicus, saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp, Rabu (1/6).

pasang iklan_rev3

Menurutnya, sejauh ini dampak untuk vaksinasi terhadap anak cukup berhasil. Hal ini ia ungkapkan karena merupakan salah satu upaya agar anak terhindar dari virus yang sempat menghantui masyarakat dunia tersebut.

“Keberhasilannya sulit dibantah. Tentu saja pada 1 sampai 2 orang akan ada efek simpang, namun biasanya dalam batas yang bisa diterima. Misalnya, jika disuntik DPT di posyandu, anak bisa panas. Seperti itu. Apakah ada imunisasi tanpa efek simpang? Tidak mungkin,” jelasnya.

Namun efek simpang itu, kata Anggota Satgas Imunisasi IDAI Surabaya itu masih bisa ditoleransi. Selama itu tak berdampak buruk pada yang diberi vaksin.

“Buatan manusia tidak akan ada yang sempurna. Namun selama efek simpang itu terkendali, tentu keberhasilan imunisasi tidak dapat dihalangi,” bebernya.

Dokter Dominicus melanjutkan, meski ada bantahan miring terkait pelaksanaan vaksinasi terhadap anak, hal itu hal yang wajar dan mungkin saja disuarakan oleh orang-orang yang tak memahami manfaatnya vaksin.

“Namun biasanya argumennya mudah dipatahkan. Biasanya pernyataan dikeluarkan bukan oleh ahli vaksin sehingga penguasaan dan perbedaan kompetensi menjadi persoalan,” imbuhnya.

Selama ini pelayanan vaksinasi kepada anak ia anggap telah berjalan cukup baik dan repatif aman.

“Sejauh ini di Indonesia, baik di pelayanan pemerintah maupun dokter anak pelayanan imunisasi berjalan cukup baik. Memang terganggu selama pandemi, namun secara umum boleh dibilang cukup baik kok,” pungkasnya.

Melansir laman resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin Pfizer memiliki tingkat efikasi atau keampuhan sebesar 95 persen terhadap infeksi Covid 19 yang bergejala.

Selain itu banyak studi yang menunjukkan bahwa vaksin Pfizer ampuh melawan varian virus.

Vaksin ini telah mendapat surat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).

Berdasarkan uji klinis, tidak ada anak usia 5-11 tahun yang meninggal dunia karena pemberian vaksin Pfizer.

Sejauh ini, vaksin Pfizer terbukti aman dan efektif memunculkan antibodi terhadap Covid-19 untuk diberikan pada anak usia 5-11 tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.