Surabaya, ArahJatim.com – Kematian Fardi Chandra meninggalkan kisah mengerikan setelah Alfian (20) mengungkapkan jika korban ditusuk berulang kali oleh Eren dari belakang.
Pemuda yang bekerja sebagai cleaning service itu dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Sulfikar sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan member Fitnes Araya Club House.
Alfian mengaku, saat kejadian ia berada dekat dengan pelaku dan korban yang sedang adu mulut. Namun meski begitu dirinya tidak mengetahui apa yang diributkan.
“Ributnya di parkiran mobil,” kata Alfian saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (23/9).
Pada saat adu mulut, Alfian tidak mengetahui jika eren membawa sebuah pisau yang telah dibeli sebelumnya.
“Tidak, saya tidak tahu. Tiba-tiba ditusuk 3x sudah,” ungkapnya.
Melihat kejadian itu Alfian langsung memanggil sekuriti dan kemudian ia menolong Eren.
“Ko Eren diamankan sekuriti. Saya coba menolong korban. Saya tidak tahu ada berapa lukanya. Soalnya korban sudah penuh dengan darah,” bebernya.
Meski sering melihat Eren dan Fardi, Alfian tidak mengetahui ada masalah apa antara mereka. Saat kejadian juga Alfian mengaku tidak melihat Eren keluar dari Gym. “Saya tidak melihat Ko Eren keluar antara pukul 06.00 sampai pukul 9. Saat itu saya sedang bekerja. Tetapi pas kejadian saya melihatnya,” ujarnya.
Saat ditanya oleh Penasihat Hukum (PH) Eren, apakah ada perlawanan saat korban ditikam oleh Eren, Alfian mengatakan tidak. “Cuma terlihat berusaha menghindar dan mau masuk mobil,” jawabnya.
Atas keterangan saksi, saat diminta tanggapannya oleh ketua majelis hakim Agung Gd. Pranata, Eren membenarkan kejadian itu. Namun, Eren mengaku tidak tahu keberadaan Alfian saat dirinya cekcok dengan Fardi. “Saya tidak tahu ada dia (Alfian) saat cekcok,” pungkasnya.










