Disangka Perempuan, Pria Gondrong Jadi Korban Begal di Banyuwangi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Hariyono warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi nyaris kehilangan nyawanya setelah diserang kawanan begal, Rabu (29/4/2020) malam. Beruntung, aksi percobaan pembegalan berhasil digagalkan, setelah korban melakukan perlawanan terhadap pelaku yang berjumlah empat orang dan bersenjata tajam.

Bahkan dalam aksi percobaan pembegalan ini, korban yang melintas di jalan Desa setempat sempat dibacok menggunakan celurit oleh para pelaku hingga mengenai bagian perut, dada dan punggungnya. Namun, sabetan senjata tajam ini tidak sampai membuat korban meregang nyawanya. Korban hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya dan pakaian yang dikenakan robek.

Dari keterangan korban, sebelum melakukan aksi pembacokan, para pelaku membuntuti dirinya dari kejauhan. Sesampainya di lokasi yang sepi, kawanan begal yang mengendarai dua sepeda motor Yamaha Vixion dan Honda Beat ini langsung memepet dan mencoba merampas tas dan sepeda motor korban. Sadar menjadi korban begal, pria berambut gondrong ini langsung melakukan perlawanan hingga akhirnya keempat pelaku begal memilih kabur.

“Bisa jadi begal itu mengira saya perempuan karena rambut saya gondrong. Saya tahu kalau ada kendaraan yang membuntuti saya, tapi saya tidak curiga. Sampai di lokasi kejadian dua pelaku pengendara Honda Beat langsung menarik tas saya, tapi saya pertahankan. Terus dua pelaku lainnya yang membawa celurit naik Vixion itu mencoba menarik sepeda motor saya.

Akhirnya terjadi pergulatan, saya sempat dibacok beberapa kali di dada, punggung, dan perut. Alhamdulillah saya tidak terluka serius, cuma sedikit lecet saja dan kaos robek. Waktu melawan, saya sempat memutar balik senjata yang dibawa pelaku dan saya arahkan ke salah satu leher pelaku, entah itu kena atau tidak tapi saya dengar pelaku itu bilang “abuh”, logatnya seperti orang Madura yang kaget gitu, terus mereka kabur,” ungkap Hariyono.

Hariyono menambhakan, dirinya mengaku tidak mengenali wajah para pelaku karena menggunakan masker sebagai penutup wajah. Meski semua barang berharga, dan sepeda motor miliknya berhasil terselamatkan, namun akibat musibah ini membuat dirinya trauma berkendara di tempat yang sepi.

“Tidak kenal saya wajahnya karena empat pelaku semuanya pakai masker. Ada yang pakai jaket jumper gitu. Alhamdulillah saya masih selamat, dan barang saya tidak ada yang hilang,” tambanya.

Sementara itu, hingga kini tim unit Reskrim Polsek Tegalsari yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian guna penyelidikan lebih lanjut. Bersama warga, polisi juga langsung melakukan patroli keliling kampung untuk memburu empat kawanan begal yang berhasil kabur. (ful)