Meski Jadi Bulan-Bulanan Warga, Dua Maling Ini Hanya Dikenai Sanksi Tipiring

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Di tengah pandemi virus corona, aksi pencurian di Banyuwangi, kian marak terjadi. Setidaknya ada dua kasus aksi percobaan pencurian yang terjadi di wilayah Kecamatan Kota Banyuwangi pada Rabu (29/4/2020) dini hari.

Dua pencuri yang beraksi di dua lokasi berbeda, satu di rumah warga di Kelurahan Singoturunan, sedangkan satu maling lainnya beraksi di kawasan Taman Sritanjung, Banyuwangi. Keduanya, sama-sama kepergok warga dan langsung menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung nyawa pelaku berhasil terselamatkan setelah polisi berpakaian preman datang ke lokasi kejadian untuk menghalau aksi massa ini.

Dalam video amatir yang tersebar itu tampak, maling yang membobol warung di kawasan Taman Sritanjung langsung menjadi bulan-bulanan warga setelah kedapatan mengambil sejumlah uang dan barang di dalam warung. Puas menghajar pelaku hingga babak belur, warga yang geram ini langsung menyerahkan pelaku ke polsek terdekat guna diproses lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti hasil curian berupa belasan bungkus mie instan, minuman berenergi, serta uang tunai puluhan ribu rupiah. Uang dan barang curian tersebut didapat pelaku dari dalam gerobak warung yang dicongkel menggunakan obeng.

Kepada polisi, pelaku berusia 40 tahun ini mengaku, nekat melakukan aksi pencurian di sebuah warung guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya lantaran kesulitan ekonomi. Sementara satu pelaku lain yang masih berusia 24 tahun berdalih, nekat melakukan aksi percobaan pencurian di rumah warga hanya karena coba-coba saja.

“Ada dua kasus dengan waktu yang hampir bersamaan tapi mereka bukan komplotan. Selain maling yang di Taman Sritanjung, warga juga mengamankan seorang pemuda yang sudah berhasil masuk rumah warga untuk melakukan tindak pidana percobaan pencurian. Tapi belum sempat mengambil barang berharga, pelaku kepergok warga dan sempat dihakimi massa. Anggota kami langsung datang ke TKP untuk menyelamatkan pelaku dari amukan massa,” kata AKP Ali Masduki, Kapolsekta Banyuwangi kota.

Lantaran barang bukti yang ditemukan polisi jumlahnya tak lebih dari Rp 500 ribu, kedua pelaku yang sudah babak belur ini hanya dikenakan sanksi tipiring oleh pihak kepolisian. Polisi mengimbau kepada masyarakat agar tidak langsung menghakimi pencuri secara membabi buta. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada polisi jika menemukan para pelaku pencurian agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Imbauan kami bagi warga jangan main hakim sendiri, laporkan saja kepada polisi terdekat biar bisa diproses hukum. Kami juga imbau warga harus bijak bermedsos, kalau mengunggah sesuatu ke medsos informasinya harus akurat dan jangan ngawur agar tidak ada salah paham,” imbuh AKP Ali Masduki. (ful)