Dinkes Tulungagung : Banyaknya Angka TBC Harus Dibaca Sebagai Hal Positif

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Dalam sebulan terakhir angka penderita TBC yang ditemukan dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung cukup tinggi, justru menjadikan trend positif dalam analisa dinas sebagai hal yang membantu. Hal ini, karena dengan tingginya angka itu justru target sasaran bagus.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis yang menyebabkan penyakit TBC, sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan. Di Kabupaten Tulungagung, pada tahun 2022 temuan suspect mencapai 101 persen dari target yang ditentukan SPM (Stadart Pelayanan Minimal).

Hal itu dibenarkan kadis kesehatan kabupaten Tulungagung. Melalui Didik Eka ,Senen 21/2/2022,Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Didik Eka mengatakan banyaknya temuan ini justru menjadi hal positif paska pandemi Covid-19.

pasang iklan_rev3

“Ini malah menjadi hal yang positif, artinya semakin banyak temuan maka menandakan kader TB benar-benar aktif untuk melakukan pantauan dan mendapat temuan di lapangan. Kita mengobati 1416 orang, atau persentase nya 52 persen, dari data WHO specifik untuk daerah kabupaten Tulungagung “, papar Didik kepada Arah Jatim.com.

Seperti sebelumnya, berdasar data itu, data tahun 2022, Dinas kesehatan Kabupaten Tulungagung menurut Didik telah mendapatkan pasien TBC sebanyak 1416 atau 52 persen dari target yang di tentukan yakni 2720.

Ditambahkan, perkembangan saat Dinkes di telah mengobati 1416 orang, artinya, kalau dipersenkan, menjadi 52 persen,dari target.

Didik kembali menegaskan, temuan yang besar ini justru akan dapat mengontrol lebih baik sebaran penyakit TBC di Kabupaten Tulungagung.

Secara data , dijelaskan oleh Didik Eka, pasien TBC yang positif telah tertular tidak segera ditemukan, maka akan semakin menularkan pada orang lain. Maka dengan data temuan yang mencapai 101 persen,emudahkan utk faskes melakukan upayaensehatkan dengan cara pengobatan tuntas. Dengan cara ini pasien yang menderita wajib hukumnya menuntaskan pengobatan minimal tiga bulan , dan semua biaya serta obatnya ditanggung pemerintah. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.