ArahJatim.com – Tak banyak yang bisa disematkan kepada dua kiper terbaik di dunia saat ini. Thibaut Courtouis dan Alisson Backer. Keduanya kompak melakukan blunder saat pertandingan leg pertama Liga Champions.
Laga Big Match itu menjadi perbincangan hangat di media sosial. Penuh meme dan kelucuan yang dibuat oleh para penikmat sepakbola.
Courtouis memberikan goal cuma-cuma kepada Liverpool melalui Mohammed Salah. Bola yang diberikan kepadanya gagal ia kontrol dengan sempurna. Hasilnya dicuri oleh striker asal Mesir itu. Sekaligus menjadikan Liverpool unggul 2-0 di awal pertandingan.
Blundernya fatal, menjadikan selisih goal di antara kedua tim menjauh. Namun beruntung dia memiliki rekan pemain depan yang ajaib.
Senasib seperti Courtouis, blunder itu juga dilakukan oleh Alisson. Kiper yang saat itu tercatat sebagai kiper termahal dunia, ditebus dengan harga €72 juta dari AS Roma itu gagal mengoper bola kepada rekannya. Alhasil bola sepakannya memantul dari punggung si anak ajaib Vinicius Junior. Sesama punggawa timnas Brasil.
Ya! Keduanya sama-sama bapuk. Yang membedakannya barisan lini depan Liverpool buntu, sedangkan Real Madrid moncer.
Momen ini mengingatkan pada sosok kiper asal Jerman, Loris Karius yang melakukan blunder horornya saat final Liga Champions di Kiev.
Dua blunder yang ia lakukan membuat Liverpool harus mengakui keunggulan Real Madrid saat itu dengan skor 3-1. Ya, dua goal Madrid diberikan secara percuma oleh Karius. Malam yang kelam di Kiev
Aksi pertamanya ia mengoper bola kepada Benzema yang berdiri tepat di depannya. Tentu gawangnya jebol. Fans Madrid bersorak menandakan keunggulan.
Kemudian blunder keduanya ia buat saat Gareth Bale menendang bola yang tak seberapa kerasnya, namun gagal ia tepis. Alhasil goal lagi. Tendangan ala passing Gareth Bale itu membuat Kopites geleng-gelang kepala. Loyalis Liverpool tak mengira jika final yang mereka lalui begitu horor. Menyerah di tangan Madrid secara menyakitkan.
Kejadian itu membuat Karius hancur lebur. Karirnya terjun bebas. Namanya seketika tergeser dari kiper utama Liverpool. Karius harus angkat kaki, membuatnya harus pergi ke Besiktas dan kemudian Union Berlin.
Selepas laga final Liga Champions itu berakhir, Karius tenggelam dalam kesedihannya. Raut wajahnya menyesal seakan meminta maaf kepada Kopites yang murka dengan blundernya.
Tak sampai di situ, hujatan untuk Karius di media sosial tak kalah menyeramkan. Beberapa minggu dia menjadi trending toppic. Hingga muncul anggapan setiap kiper yang melakukan blunder, maka dianggap setara dengan Karius. Atau ada yang mengatakan kesurupan Karius. Bahkan sebagian fans menjulukinya sebagai Lord.
Padahal setiap pemain kelas dunia pernah melakukan blunder di salah satu laga yang mereka mainkan. Namun hanya Karius lah yang menjadi sasaran utama. Ya, karena dia bermain di laga akbar sekelas final Liga Champions.
Sejak itu pula Karius gagal mengembalikan penampilan terbaiknya. Netizen kehilangan kepercayaan dan melebeli dirinya kena gangguan mental.
Pertandingan leg pertama semalam kita nampak sepakat, dan memberikan ‘tribut’ kepada Karius. Ia ditemani oleh kiper kenamaan macam Courtouis dan Alisson. Karius boleh dianggap sejajar dengan keduanya. Namun sekali lagi yang membedakan itu final Liga Champions.










