Dindik Kota Kediri Gelar FGD Guru Pendamping Khusus Sekolah Inklusi, PJ Walikota : Terimakasih, Mau Sabar Mendampingi

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Guna meningkatkan pemahaman dan kompetensi pendidik terkait pendidikan inklusi dan anak berkebutuhan khusus di semua satuan pendidikan, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar FGD Guru Pendamping Khusus Sekolah Inklusi TK, SD & SMP, Kamis (12/9/2024). 

Bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan, kegiatan ini menghadirkan 125  guru PAUD hingga SMP se-Kota Kediri.

Dalam sambutannya Bu Pj Walikota Kediri Zanariah mengatakan Pendidikan Inklusi program nasional pemerintah pusat merupakan pendekatan pendidikan di mana memastikan bahwa semua siswa termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan kesempatan belajar yang setara di lingkungan pendidikan reguler. 

pasang iklan_rev3

“Berapa tahun ini Pemerintah sudah memikirkan buat orang tua yang tidak mampu menyekolahkan disekolah khusus kan mahal dan berat, dengan bisa diajarkan di sekolah Pendidikan reguler akan sangat membantu untuk mereka, juga bisa berbaur menjadi mandiri, dan anak-anak yang normal punya empati kepada teman-temannya yang berkebutuhan, ” ujarnya. 

Pj Walikota juga mengungkapkan Kota Kediri juga sudah mulai memperhatikan karena mereka adalah anak-anak kita yang akan menjadi generasi emas, nanti apapun apa bakat mereka harus dipenuhi.

“Enggak semua harus jadi dokter insinyur dan lain-lain, Yang penting mereka bisa mandiri,” tuturnya. 

Pj Walikota juga mengucapkan terima kasih kepada para guru pendamping untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus, mau sabar mendampingi.

“Alhamdulillah Kota Kediri sejak tahun 2017 telah berkomitmen membuka PPDB jalur inklusi di 8 SD Negeri, 3 SMP Negeri, seiring berjalannya waktu bertambah pula sekolah yang mau berkenan bergabung untuk mengimplementasikan pendidikan inklusi, sesuai data dari Dinas Pendidikan Kota Kediri sudah ada 41 TK ,36 SD, dan 18 SMP yang mengimplementasikan,”ungkapnya.

Ia menambahkan,”jadi orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus tidak usah bingung lagi untuk rebutan masukkan sekolah di SLB, dengan adanya Permendikbud ristek nomor 48 tahun 2023 tentang akomodasi yang layak untuk peserta didik penyandang disabilitas, pada satuan pendidikan anak usia dini formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah, itu kewenangan provinsi pendidikan tinggi itu oleh kewenangan pusat dan peraturan ini juga menjadi pedoman unit pelayanan disabilitas dan ini sesuai dengan undang-undang disabilitas Nomor 18 tahun 2016.

“Untuk Ketenagakerjaan wajib,  Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, BUMD, BUMN swasta menyediakan kesempatan kerja bagi teman-teman disabilitas tapi harus sesuai dengan kapasitasnya,” jelasnya. 

Alhamdulillah kalau saya lihat di beberapa UPD sudah menerima, walau ada yang honorer, nanti mungkin kalau memang bisa lolos P3K ya Alhamdulillah. Karena kan Anak-anak itu orangtuanya juga tidak memintak lahir seperti itu,”imbuhnya.

Untuk itu Bu Pj menegaskan kita harus memberikan kesempatan dan ruang-ruang publik, sudah mulai cukup bagus di kota Kediri dan selalu dilakukan perbaikan sesuai dengan tahapan dan keterbatasan anggaran, harus berbagi prioritas. begitu Taman baik, trotoar yang ramah kepada kebutuhan-kebutuhan kayak lansia, anak berkebutuhan khusus.

“Di sekolah juga saya lihat ada yang sudah jadi tapi memang untuk yang kita malahan susah karena tinggi tapi Insyaallah semua itu akan kita penuhi dan dengan meningkatnya penerapan pendidikan inklusi di berbagai sekolah,”pungkas nya. 

Dyah Aziastuti, M.Pd, Ketua Dewan Pendidikan Kediri mengatakan fokus grup discussion ini dikhususkan untuk guru pendamping mulai dari jenjang TK SD dan SMP untuk sesi kali ini ada sekitar 125 guru pendamping khusus yang mewakili dari 41 TK kemudian 36 SD dan 18 SMP yang ada di kota Kediri. 

“Berdiskusi tentang identifikasi, Tantangan apa yang mereka alami di lapangan, karena beberapa bulan yang lalu, sudah kita fasilitasi untuk melaksanakan workshop untuk guru pendamping khusus, mereka sudah kita Bekali dan terjun kelapagan sehingga hari ini kita kumpulkan untuk berdiskusi tentang ide-ide praktek baik pengalaman mereka selama mereka ada di Lapang,”

Aziastuti menambahkan kebutuhan-kebutuhan apa dari guru pendamping khusus itu, nantinya kita akan tetapkan potensi dari anak-anak berkebutuhan khusus seperti itu sehingga nanti akan muncul rekomendasi, tindak lanjut dari hasil identifikasi yang sudah kita peroleh. 

“Target kedepannya adalah kita bisa mengetahui masing-masing sekolah, anak-anak abknya punya potensi atau minat bakat di bidang apa saja dan nanti puncaknya kita akan adakan di hari disabilitas anak-anak yang khusus akan kita tampilkan, kemudian karya-karyanya juga akan kita pamerkan, dibikinkan seperti stand, kita undang wali murid dan guru-guru,”tuturnya.

 Sementara itu, Isnan Prasetyo salah satu guru pendamping dari SMP Dhoho 2 memberikan kesannya saat mengikuti workshop. 

“Dengan adanya pendampingan kita jadi mengerti bagaimana cara mengidentifikasi dan mengkondisikan anak yang berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Isnan berharap kegiatan ini bisa menambah khasanah ilmu para guru pendamping sehingga bisa menyiapkan metode dan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan anak. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.