Tulungagung, ArahJatim.com – Ada yang menarik pada musim haji tahun ini. Kegiatan paska, atau kepulangan jamaah, agar memperhatikan hal hal antisipatif. Salah satunya adalah ” Jagong Haji ” . Diharapkan saat jamaah datang, tidak buru buru menggelar jagongan haji.
Dinas Kesehatan Tulungagung, secara resmi telah menghimbau agar Jagong Haji harus dipikirkan secara matang. Salah satu faktor yang diantisipasi adalah masih mungkinya perkembangan covid-19 yang belum tuntas total. Hal itu dibenarkan dr Kasil Rokhmad, kepala dinas Kesehatan Tulungagung, Jumat 22/7/2022.
Guna memastikan kesehatan jamaah haji, Dinas Kesehatan Tulungagung telah berkoordinasi dengan tim kesehatan asrama haji Surabaya untuk melakukan swab jamaah haji yang baru tiba, selain itu semua Puskesmas di Kabupaten Tulungagung telah diberi kewenangan untuk melakukan pemantauan kesehatan jamaah haji yang baru pulang dari Arab Saudi.
” Untuk jamaah haji yang terkonfirmasi Covid-19 akan langsung menjalani karantina, sedangkan yang negatif Covid-19 akan diperbolehkan langsung kembali ke rumah mereka masing masing. Swab dilakukan saat akan terbang dan saat tiba di asrama haji, bagi yang terkonfirmasi akan langsung menjalani karantina,” ujarnya dokter Kasil.
Pihaknya juga meminta Jamaah Haji untuk melaporkan kondisi kesehatan mereka selama lebih kurang 14 hari pasca kepulangan, sehingga bisa terpantau oleh Puskesmas terdekat. Kansil mengungkapkan, untuk warga yang akan menggelar jagong atau hormat haji, diharapkan bisa menunda keinginannya hingga minimal 7 hari pasca kedatangan jamaah, hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan penyakit yang tidak terdeteksi saat di bandara dan asrama haji, namun baru muncul beberapa hari kemudian.(dni)










