Di Tulungagung, Nenek Renta Hidup Mendiami MCK. Baru Diketahui Warga, Kades Berbaik Hati Membawanya Ke Rumahsakit

oleh -
oleh

Tulungagung, Arahjatim.com – Kejadian miris itu terjadi di desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Ironisnya, perempuan yang sudah tidak bisa apa-apa itu diduga tak ada perhatian serius dari pemerintah desa setempat. Lebih ironisnya lagi, ketika perempun ini sudah tak bisa apa-apa, akhirnya ditempatkan Pemdes Gedangsewu di mandi, cuci dan kakus (MCK), tepatnya di dekat makam desa setempat.

Tumiratin (82), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini mengalami nasib yang kurang beruntung. Pasalnya, perempuan lanjut usia (Lansia) ini hidup sebatang kara alias hidup sendirian.

Pertama kali, diketahui, salah seorang warga sekitar MCK yang kebetulan lokasinya juga bersebelahan dengan makan desa. Hal itu dibenarkan Roni (32) salah seorang tokoh pemuda, yang memberi keterangan kepada tim media.

pasang iklan_rev3

” Saat itu Senen, 28/10/2024 terdengar suara agak keras, suara perempuan yang kelaparan”.

Mendengar itu Roni mengajak warga sekitar lainya dan berusaha meminta sesuap makanan. Saat itu pula, warga sekitar pun langsung datang ke lokasi dan segera berusaha mencari solusi terbaik untuk perempuan yang sudah terlihat kritis itu.

Langkah pertama adalah mendatangi rumah kepala desa Gedangsewu, tetapi ditemui istri kepala desa. Pada saat menanyakan terkait perempuan, warganya yang hidup di lokasi MCK ada jawaban yang mengejutkan. Seperti yang disampikan Roni, ” ditempatkan di situ alasanya kalau ditempatkan di tempat milik dinas sosial, harus membayar “, ungkap Roni menirukan ucapan istri kepala desa.

Terkait peristiwa ini, setelah dilakukan konfirmasi terhadap Kades Gedangsewu, Miswan, dirinya menjelaskan lewat tilpon,bahwa pihaknya telah memberikan perhatikan serius pada Tumiratin. Dirinya meyakinkan,pihaknya kemarin, Senen 28/10/2024, telah membawa warganya itu di RSUD dr Iskak Tulungagung.

“Kalau ditelantarkan itu tidak benar, toh bu Tumiratin juga sudah kita bawa di RSUD,” jelas Kades Miswan.

Sementara masyarakat menyayangkan, mengapa baru dibawa ke RSUD ,setelah diketahui warga ?. ( don1 ).

No More Posts Available.

No more pages to load.