Kediri, ArahJatim.com – Peredaran narkoba di Kota Kediri meningkat hingga 80 Persen selama masa pandemi COVID-19. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar SH saat jumpa pers terkait pengungkapan dan kinerja BNN selama tahun 2020.
“Ya karena kondisi seperti ini, mungkin banyak orang yang tidak bekerja lalu stres pelarian akhirnya memakai narkotika, baik jenis Sabu pun pil koplo,” kata Bunawar
Berdasarkan data BNN, selama kurun waktu 1 tahun, BNN Kota Kediri mengamankan 28 pelaku penyalahgunaan narkotika. Penyalahgunaan ini merata terjadi di semua wilayah di Kota Kediri.
Selain memberikan pendampingan kepada 28 orang penyalahguna narkotika, BNN Kota Kediri juga mendampingi klien yang menjalani rehabilitasi.
“Ada 11 orang yang direhabilitasi di BNN Kota Kediri. Empat orang menyalahgunakan pil dobel L, 6 orang menyalahgunakan sabu, dan 1 orang menyalahgunakan ganja,” ujarnya.
Upaya yang dilakukan BNN Kota Kediri untuk menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba salah satunya adalah terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman sekaligus sosialiasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Namun karena situasi sekarang masih dalam keadaan pandemi, giat sosialisasi dilaksanakan secara virtual.
“Ya berhubung karena pandemi, kami tidak bisa mengumpulkan masyarakat atau mahasiswa secara langsung. Tetapi kami lakukan secara virtual, ” tuturnya.
Lebih lanjut ia mengakui jika sosialisasi secara virtual yang dilakukan tidak begitu maksimal, karena keterbatasan prasarana serta orang yang dilibatkan hanya sedikit. (das)












