Di Lapas Kelas II A Banyuwangi Semua Transaksi Gunakan e-Money

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49592021857_00bbd10aab_b.jpg
Para warga binaan sedang bertransaksi dengan menggunakan e-money. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Untuk mengurangi transaksi menggunakan uang tunai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banyuwangi mulai menerapkan penggunaan e-money. Selain itu, kantin dan koperasi di Lapas juga sudah menyediakan mesin gesek, sama seperti belanja di pasar modern atau swalayan besar yang menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Kalapas Kelas II A Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, hingga saat ini hampir seluruh warga binaan di dalam Lapas sudah mulai belanja menggunakan e-money. Diharapkan dengan adanya uang elektronik bisa menekan peredaran uang tunai, dan meminimalisir gangguan keamanan serta ketertiban, salah satunya terjadi transaksi utang-piutang dan pungutan liar di dalam Lapas.

Baca juga:

“Saat ini tinggal kebiasaan, dari semula pegang uang tunai, kini memegang kartu. Prosesnya mereka tinggal belanja menggunakan kartu. Kantin dan koperasi juga menyediakan e-money dan sistemnya sudah diprogram oleh bank yang bekerja sama. Mereka tinggal tempel saja dan masukan sandi di mesin, maka transaksi nontunai telah berlangsung,” jelas Akbar saat acara Media Gathering, Kamis (28/2/2020) siang.

Kalapas Kelas II A Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar memberikan keterangan kepada para wartawan. (Foto: arahjatim.com/ful)

Sementara itu, bagi pengunjung keluarga warga binaan juga tidak boleh sembarangan memberikan uang tunai, sabab sistemnya sudah nontunai. Jika ada keluarga yang memberi uang kepada warga binaan, petugas Lapas yang mendampingi mengisi, alias top up e-money.

Kartu e-money dijamin tidak akan tertukar antara satu dan lainnya, karena sudah berisi nama dan sandi masing-masing. Untuk harga barang yang dijual di dalam kantin Lapas juga tidak lebih mahal dibanding toko-toko modern dan swalayan.

“Ke depan semua warga binaan di Lapas Banyuwangi memiliki e-money. Bagi tahanan yang baru masuk Lapas yang belum mengerti akan didampingi petugas saat belanja di kantin. Harga barang yang di jual dalam Lapas dibanderol sama dengan toko retail berjaringan, kalaupun harganya lebih mahal, WBP juga bisa komplain kepada petugas,” pungkasnya. (ful)