
Banyuwangi, ArahJatim.com – Mengakhiri safari politiknya, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, berjanji akan lebih memperhatikan pendidikan di pondok pesantren dengan mendorong pengesahan Rancangan Undang Undang (RUU) Pesantren, yang saat ini sedang dibahas di DPR. Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam pertemuan Kiai dan Ulama sewilayah Tapal Kuda yang diselenggarakan di Lavanza Homestay Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (19/3/2019) sore.
Menurut Sandiaga, pesantren sebagai salah satu kawah candradimuka untuk menciptakan entrepreneur baru, dan status lulusan dari pondok pesantren akan mendapat kesempatan yang sama dalam menciptakan lapangan kerja baru, dalam program santripreneur yang digagas bersama Prabowo Subianto. Dirinya juga akan mengawal kemajuan pondok pesantren dalam memakmurkan masyarakat, melalui program OK OCE dan rumah siap kerja, sehingga lulusan pondok pesantren bisa menjadi motor dalam memajukan ekonomi kerakyatan.
Baca juga:
- KPU Banyuwangi Mulai Lipat Surat Suara Pemilu 2019.
- KPU Lumajang Libatkan Warga Disabilitas Lipat Kertas Suara.
- Dua Caleg Diberikan Sanksi Administratif Oleh Bawaslu, Ini Penyebabnya.
“Mohon doa restunya, jika terpilih nanti, saya dan Pak Prabowo, akan mempercepat RUU pesantren, karena santri memiliki andil besar dalam pembangunan bangsa dan negara. Program OK OCE dan rumah siap kerja juga akan menampung lulusan dari pondok pesantren, sehingga para santri bisa menjadi penggerak ekonomi,” jelas Sandiaga di hadapan ribuan pendukungnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, sekaligus Ketua Pembina Sahabat Prabowo-Sandiaga (SAPA). Menurut Marzuki, kehadiran ratusan kiai, habib, dan masayikh se-Tapal Kuda, menjadi bukti bahwa banyak ulama yang menginginkan perubahan dan mendukung pasangan nomor urut 02.

“Alhamdulillah ratusan ulama, kiai, habib, dan masayikh datang kesini, ini bukti bahwa mereka mendukung Pak Prabowo dan Sandiaga Uno,” jelas Marzuki Alie.
Di akhir pidato politiknya Sandiaga meminta seluruh santri yang hadir bisa membawa 4 kartu As, untuk bersama-sama memajukan Indonesia, yakni Kerja keras, Kerja cerdas, Kerja tuntas dan Kerja ikhlas.










