Demo Pembukaan Portal Pasir, Sopir Dan Warga Nyaris Bentrok

oleh -

Lumajang, ArahJatim.com – Melebihi batas waktu penutupan, puluhan sopir truk pasir melakukan demo dan mengupayakan membuka paksa portal di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Senin (18/02/2019). Dalam demo itu, sopir nyaris bentrok dengan warga yang bersikukuh menolak pembukaan portal tersebut.

Para sopir beralasan jika penutupan jalan itu sudah melebihi batas waktu. Yang sebelumnya disepakati ditutup selama tiga pekan saja.

“Kami sudah lama nganggur mas, ini sudah lebih dari satu bulan, pokoknya portal ini harus dibuka,” ungkap salah satu supir truk, Rosamin saat ditanya ArahJatim.com.

Sementara itu, warga bersikukuh menolak pembukaan portal, karena dampak kebersihan dan kesehatan pada warga sangat dominan.

Baca juga :

“Kalau ini dibuka nanti debunya masuk rumah dan kemungkinan anak-anak kami akan batuk-batuk lagi mas,” jelas Mahmuda salah satu warga yang menolak aktivitas armada pasir melintas di desanya.

Meski sempat alot, akhirnya perseteruan portal itu pun berakhir damai, portal pasir disepakati dibuka dengan catatan armada hanya boleh melintas sejak jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 sore selama tiga bulan.

“Alhamdulillah sepakat dibuka, sambil menunggu jalan khusus pasir selesai pengerjaannya,” jelas Kompol Eko Hari, Kabag Ops Polres Lumajang.

Pemerintah setempat telah berupaya membuatkan jalan khusus armada pasir semeru, agar para sopir truk tak lagi melintas di jalan padat penduduk. Namun, upaya pembuatan jalan yang ditargetkan selesai selama tiga pekan, hingga kini tak kunjung selesai.

Akibatnya, banyak para supir truck pengangkut pasir Galian “C” yang berasal dari Gunung Semeru tak bisa beraktifitas. (Rokhmad)