Kediri, ArahJatim.com – Dinas pendidikan Kota Kediri resmi mendeklarasi sekolah Ramah Anak, jum’at,(3/3/2023) di Ruang Ki Hajar Dewantara alula Dinas Pendidikan Kota Kediri, Dekorasi di ikuti 135 sekolah dan 20 Mi sekota Kediri.
Hadir dalam Deklarasi dan Diskusi Panel Pencegahan Kekerasan Anak Jenjang SD dan MI Dinas Pendidikan Kota Kediri, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Marsudi, Heri Nurdianto dari Lembaga Perlindungan Anak Kota Kediri Heri Nurdianto, dan Siti Nurlaila Istiqomah Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB .
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Marsudi menjelaskan Strategi agar Kota Kediri berhasil menyandang Kota Ramah Anak, yaitu Sinergi, antara
Dinas Pendidikan bersinergi dengan Kemenag dan Cabang Dinas Pendidikan untuk mencegah kekerasan pada anak. Orang tua juga dilibatkan untuk mengontrol anak-anak di luar sekolah. Selain deklarasi ini, di sekolah juga akan diberi muatan lokal pendidikan ramah anak sebagai upaya pencegahan.
“Tugas kita semua saat ini adalah memasifkan pencegahan kekerasan pada anak. Di SMPN 3 Kediri sudah ada muatan lokal untuk mencegah kekerasan. Nah hal baik itu akan kita bawa ke tingkat kota. Semoga apa yang kita lakukan bisa mencegah dan menekan kekerasan pada anak,” ujarnya.
Disaat yang sama Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar yang populer disapa Bunda Fey ini menjelaskan anak-anak harus diberi pemahaman mengenai upaya-upaya preventif kekerasan pada anak. Apalagi kekerasan ini bisa terjadi dimana saja. Tidak hanya pihak sekolah, pihak keluarga pun harus memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan kekerasan. Anak-anak harus tahu bagaimana mencegah kekerasan dan apabila sudah terjadi kekerasan, anak-anak tahu harus berbuat apa.
“Saya sampaikan kepada anak-anak agar berani untuk melawan dan melapor apabila mengalami atau mengetahui tindak kekerasan. Di sekolah guru dan kepala sekolah harus menjadi pelindung anak-anak. Jangan sampai sumber kekerasan ini malah terjadi dari pihak sekolah atau kita sendiri,” kata istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini
“acara semacam ini harus dimasifkan. Hari ini targetnya anak-anak SD dan seterusnya dilakukan berjenjang. Pencegahan kekerasan pada anak harus menjadi perhatian semua pihak dan anak-anak itu sendiri. Semangat dari acara ini begitu bagus untuk preventif,” ujarnya.
Lebih lanjut Bunda Fey mengatakan Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk mencegah kekerasan pada anak. Tidak ada toleransi apapun bagi pelaku kekerasan pada anak. Siapapun pelaku kekerasan akan diproses hukum.
“Semua kedudukannya sama tidak ada toleransi bagi pelaku. Kita harus tegas memerangi kekerasan pada anak. Kita juga akan terus lakukan edukasi pada anak-anak untuk mencegah kekerasan ini,” pungkasnya.

Usai ikrar dan pembacaan naskah diikuti diikuti secara daring oleh seluruh SD/MI di Kota Kediri. Akhir para hadirin ikut menandatangai deklarasi. Kegiatan ini sebagai wujud komitmen Kota Kediri untuk mencegah kasus kekerasan pada anak yang belakangan ini marak terjadi.(das)












