Dampak Gempa M 6,0 Di Nusa Dua Bali Terasa Hingga Banyuwangi

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48296078231_fa71684abe_b.jpg
Sebuah masjid nyaris roboh akibat gempa yang mengguncang Nusa Dua, Bali. (Foto: istimewa)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Nusa Dua, Bali pagi pukul 07.18 WIB, Selasa (16/7/2019). Lewat laman resminya, BMKG menyebut lokasi gempa berada di 83 kilometer barat daya Nusa Dua, Bali dengan kedalaman mencapai 68 kilometer.

Sedangkan, koordinat titik gempa terjadi di 9,11 Lintang Selatan (LS) dan 114,54 Bujur Timur (BT). Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter-nya menyebut gempa tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu dampak gempa sangat dirasakan oleh masyarakat Banyuwangi yang berdekatan dengan pusat gempa, utamanya wilayah Banyuwangi selatan. Selain banyak genteng rumah warga yang runtuh, juga terdapat fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Baca juga :

Menurut keterangan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharrom, berdasarkan laporan dari seluruh kecamatan di Banyuwangi, mulai dari Kalibaru hingga Wongsorejo merasakan getaran gempa sangat keras.

“Masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah dan pegawai perkantoran juga pada panik semua berlarian untuk  menyelamatkan diri,” jelas Eka Muharrom.

Data yang dihimpun Badan Pananggulangan Bancana Daerah (BPBD) Banyuwangi sedikitnya ada beberapa fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat gempa diantaranya, Mesjid di Desa Gintangan Kec.  Blimbingsari, genteng atap runtuh, Mushola di Dusun Purworejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, sebagaian genteng juga runtuh, dan Masjid Nurul Islam di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pasanggaran atap teras nyaris roboh.

Rumah salah seorang warga di Banyuwangi yang terdampak gempa yang mengguncang Nusa Dua, Bali. (Foto: istimewa)

Selain itu, Pos Linmas di Desa/Kecamatan  Pesanggaran genteng juga runtuh dan Kantor Balai Penyuluhan keluarga berencana (KB) Kecamatan Gambiran dindingnya mengalami retak, serta puluhan rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara hingga siang ini BPBD Banyuwangi baru menerima laporan satu korban luka diduga akibat terkena runtuhan genteng rumah atas nama, Painem warga Dusun krajan baru RT 05 RW 05, Deaa Wonosobo, Kecamatan Srono. Saat ini korban sedang dirawat di puskesmas setempat.

“Petugas masih terus mendata kerusakan baik rumah warga ataupun fasilitas umum juga korban jiwa,” pungkas Kepala Bidang Kedaruratam BPBD Banyuwangi Eka Muharram. (ful)