CKG On School: Mas Dhito Gaspol Jaga Generasi!

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, terus menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari langkah preventif terhadap penyakit tidak menular. Tak hanya menyasar masyarakat umum, kini program ini mulai menyentuh kalangan pelajar.

Hingga akhir Mei 2025, Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya 12.189 warga telah mengikuti program ini. CKG bahkan telah masuk ke lingkungan pendidikan, dimulai dari SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, sebagai pilot project menyambut tahun ajaran baru 2025/2026.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, perluasan CKG ke kalangan pelajar ini merupakan instruksi langsung dari Mas Dhito. Tujuannya jelas: deteksi dini penyakit serius sejak usia muda.

pasang iklan_rev3

“Setelah dimulai di SMA Dharma Wanita, CKG akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain. Fokusnya pelajar usia 5 hingga 18 tahun,” ujar Khotib, beberapa hari yang lalu, tepatnya, Selasa (27/5).

Deteksi dini ini mencakup risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung, stroke, hingga kanker. Jika teridentifikasi, warga maupun pelajar akan langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan yang dimiliki.

“Jaminan kesehatan jadi penting. Kalau terdeteksi risiko, kita arahkan ke faskes agar bisa segera ditangani,” tambahnya.

Syarat Masuk Boarding School: Sehat Fisik dan Mental

Uniknya, pelaksanaan CKG di SMA Dharma Wanita bertepatan dengan proses seleksi penerimaan siswa baru. Pemeriksaan kesehatan ini bahkan menjadi syarat wajib untuk memastikan peserta didik siap menjalani kehidupan di lingkungan asrama.

Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kediri Etik Siti Rahayu, S.K.M.

menegaskan, hasil screening akan dijadikan dasar evaluasi dan rujukan. Apabila ditemukan risiko seperti tekanan darah tinggi atau gula darah tak normal, siswa akan dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Sangat penting karena siswa akan tinggal di asrama, jadi harus dipastikan kesehatannya baik, tidak hanya fisik tapi juga mental,” jelasnya.

Menuju Masyarakat Sehat dan Produktif

Mas Dhito berharap, CKG menjadi budaya baru yang mampu meningkatkan kesadaran hidup sehat dan mendorong usia harapan hidup masyarakat. Saat ini, angka harapan hidup Kabupaten Kediri berada di 75,07 tahun (2024), meningkat 0,22 tahun dari tahun sebelumnya.

Dengan perluasan ke dunia pendidikan, program ini tidak hanya menyasar yang sudah sakit, tapi juga membangun generasi muda yang lebih tanggap akan pentingnya kesehatan sejak dini. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.