Bangkalan, Arahjatim.com – Polres Bangkalan bersama tiga pilar melakukan pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Selasa (19/07/2022).
Sinergitas TNI-Polri jajaran Polres Bangkalan bersama Kodim 0829, Dinas Kesehatan, Tim Dokkes Polda Jatim, dan Camat Burneh melakukan pengawasan sekaligus pengecekan kandang serta sejumlah hewan ternak di Perumnas Tunjung, Kecamatan Burneh.
Kasat binmas Polres Bangkalan Iptu Lilis Sulistijani ini juga ikut mendampingi langsung ketika tim kesehatan baik dari Dokkes Polda Jatim dan Dinas Kesehatan mengecek suhu hewan ternak milik bapak H. Sayadi.
Selepas pengecekan, Iptu Lilis tetap berpesan kepada pemilik hewan ternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang hewan dan juga mengontrol kesehatan hewan ternak secara berkala.
Jika ada gejala pada hewan ternak, diharapkan untuk segera melapor kepada petugas. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran wabah PMK di daerah tersebut.
Terpisah, Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono, menjelaskan jika peran anggota TNI-Polri bersinergi dengan muspika dan dinas kesehatan serta dinas peternakan untuk bersama-sama mencegah penyebaran wabah PMK yang terjadi pada hewan ternak.
“Seperti kita ketahui, PMK atau penyakit mulut dan kuku ini kan terjadi pada hewan berjenis mamalia seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan kuda. Ini penyakit yang menular. Oleh karena itu, kita harus bersama sama untuk mencegah penyebaran lebih meluas lagi,” ucap Wiwit.
Wiwit menambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki hewan ternak agar menjaga hewan ternaknya dalam kondisi sehat, dan segera melapor jika ada keluhan pada hewan ternak.
Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh bhabinkamtibmas untuk bersinergi dengan babinsa dalam menyukseskan vaksinasi hewan ternak.
“Kami sudah memerintahkan para Bhabinkamtibmas bersama Babinsa untuk bersama-sama mengawal dan memberikan pendampingan kepada petugas dari Dinas Peternakan saat melakukan vaksinasi pada hewan ternak di wilayah desa binaannya masing-masing. Ini untuk kenyamanan masyarakat saat vaksin berlangsung,” tukasnya. (rd/fik)










